Jumat, 19 Juli 2013

Prambanan, Situs sejarah yang mengagumkan

Gugusan puluhan bangunan candi ini lebih dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan Candi Prambanan

Karena candi ini terletak di daerah Prambanan, sekitar 17 Km disebelah timur Jogyakarta

Candi Prambanan ini, biasa juga disebut dengan Candi Loro Jonggrang 

Kenapa?

Karena si Pemilik nama ini adalah seorang puteri cantik yang jonggrang (jangkung) anak dari Ratu Boko 

Dalam legenda setempat, Beliau adalah seorang puteri yang dikutuk menjadi batu oleh Bandung Bondowoso 

Baca juga, Legenda Puteri Loro Jonggrang


Usai melaksanakan sholat Jumat di Masjid Raya Al Muttaquun,  ketika itu matahari sedang tidak bersahabat

Perjalanan Saya dari Solo menuju Jogyakarta jaraknya tinggal belasan kilometer saja, karena cuaca yang terik dan berdebu, maka Saya menunda perjalanan, dan menunggu agak sore sedikit, biar cuacanya lebih teduh

Lalu, Saya mau ngapain sekian jam kedepan?

Tiduran di Masjid?  Nggak lah

Kebetulan Masjid Al Muttaquun ini lokasinya berseberangan jalan dengan Candi Prambanan, Pilihan Saya waktu itu adalah, Masuk dan melihat-lihat Candi Prambanan, tentunya setelah makan siang dulu

Usai makan siang, beberapa menit kemudian Saya sudah berada diantrean pembelian tiket masuk

Ada dua pilihan harga tiket masuk, Masuk ke Prambanan saja 30K, atau Paket Candi Prambanan + Candi Ratu Boko, 45K

Saya memilih 45K
Alasan Saya, jika beli tiketnya terpisah hitungannya lebih mahal, belum lagi kemungkinan tersesat karena tidak tahu arah yang akan dituju




Saya mau berceritera Candi Prambanan dulu, (Candi Ratu Boko, Saya tulis tersendiri, terlalu panjang jika ditulis menjadi satu)

Jalan masuk menuju Candi Prambanan kurang lebih 100 M dari pintu masuk utama, setelah dipinjami sarung batik warna putih (kata petugasnya sih, sebagai syarat untuk masuk kompleks candi)
Saya sih, iya-iya saja, ikuti aturan main, lagian gratis ini  

Pada waktu Saya berada disini, banyak pengunjung yang datang, baik orang setempat, pendatang, maupun turis dari manca negara

Dari sekian banyak candi yang terdapat disitu, Saya memilih untuk masuk ke bangunan candi yang paling besar, belakangan Saya baru tahu bahwa nama candi tersebut adalah Candi Siwa



Candi ini merupakan bangunan terbesar di kompleks itu dan sepertinya candi ini punya peranan penting dan khusus bagi pemeluk hindu, karena didalamnya terdapat arca Siwa Mahadewa



Sebelum memasuki area candi, kepada Saya dan pengunjung lain dipinjami sebuah Helem Proyek, gunanya untuk melindungi kepala dari kemungkinan jatuhan batu

Ketika itu Candi Prambanan ini masih dalam tahap renovasi, banyak bebatuan yang rusak dan bergeser dari tempatnya, karena gempa Merapi beberapa waktu yang lalu

Setelah hampir dua jam berkeliling, Saya mulai lelah, belum semua bangunan candi dapat Saya masuki dan Saya lihat

Menurut mata awam Saya, bangunan dan bentuk candi antara satu dan lainnya hampir sama saja, bedanya hanya pada tinggi bangunan, dan ukuran besar atau kecilnya saja

Padahal didalam kompleks percandian tersebut terdapat Sembilan bangunan Candi yang punya fungsi dan namanya masing-masing seperti, Candi Siwa, Candi Brahma, Candi Wisnu, Candi Nandi, Candi Angsa, Candi Garuda, Candi Apit, Candi Kelir, dan Candi Sudut


Sekilas tentang Candi Prambanan
Gugusan percandian ini dibangun pada abad ke 9, oleh raja-raja Dinasty Sanjaya

Ditemukannya tulisan nama Pikatan, menimbulkan pendapat bahwa candi ini mulai dibangun oleh Rakai Pikatan, kemudian diselesaikan oleh penerusnya Rakai Balitung

Sebuah Prasasti Siwargraha bertahun 856 Masehi, menceriterakan saat itu telah terjadi perpindahan pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno kekawasan Jawa Timur, akibatnya kawasan candi ini ditinggalkan dan tidak terawat

Kondisi alam, seperti meletusnya Gunung Merapi dan gempa yang ditimbulkannya menyebabkan bangunan candi ini runtuh, dan tinggal puing, dan sebagian besar bangunan candi terkubur didalam tanah

Penemuan kembali situs ini dan pemugaran yang dilakukan oleh pemerintah kolonial pada waktu itu berjalan sangat lamban, setelah masa kemerdekaan pemugaran candi dilakukan oleh Pemerintah Indonesia

Hasilnya, pada 20 Desember 1953, Pemugaran Candi Induk Loro Jonggrang diresmikan dan selesai dipugar oleh Presiden RI pertama Ir Soekarno

Pemugaran candi masih berlanjut, Candi Brahma tahun 1977, dan selesai tahun 1987, Candi Wisnu, dipugar tahun 1982, dan selesai dan diresmikan oleh Presiden RI kedua Soeharto pada 27 April 1991




Hari telah menjelang sore, dan Saya pun mengakhiri kunjungan di Candi Prambanan ini, kemudian bersiap untuk melihat Candi Ratu Boko (Jaraknya, sekitar 3 Km dari Candi Prambanan)

Artikel lain mengenai candi,  Candi Ratu Boko