Air yang suci dan dapat menyucikan, adalah masalah dasar
sebagai syarat untuk bersuci dari hadast
Artikel ini seharusnya Saya tuliskan sebelum Artikel Mandi Junub
Saya publikasikan, Jadi urutan artikelnya terasa nyambung
Anggaplah artikel ini
sebagai perbaikan urutan konten sebelumnya, dan Saya dengan rendah hati memohon maaf untuk kekeliruan ini
Image, Google Collection
Ragam Air yang dapat mensucikan tubuh dari hadats,
1. Air hujan
2. Air laut
3. Air sungai
4. Air sumur
5. Air sumber (Mata air yang keluar dari bawah tanah)
6. Air embun
7. Air salju
Pada intinya jenis Air yang banyak tadi, hanya ada 4
macam saja
1.
Air mutlak.
Yaitu air yang bisa mensucikan pada umumnya, tetapi tidak
makruh jika di pakai untuk mensucikan badan dan keperluan lainnya, seperti
untuk mandi, mencuci, wudhu, minum, memasak dll
Misalnya Air Sumur, jika kita taruh air sumur tsb di
gelas atau mangkok atau di ember maka air itu namanya tetap Air Sumur
Karena penempatannya tidak merubah namanya menjadi air gelas atau air mangkok
atau air ember, maka itulah yang dimaksud dengan Air Mutlak
2.
Air yang masih panas dari sengatan matahari
Yaitu air yang di taruh di tempat yang berbahan seng,
besi, tembaga, dan lainnya yang kebetulan terjemur oleh panasnya matahari
Air tersebut air suci yang dapat dipergunakan untuk
mencuci, memasak, dan lainnya, tapi makruh hukumnya jika dipakai untuk ber Wudhu,
dan Mandi Junub
Tetapi bila air tersebut sudah menjadi dingin kembali,
Air itu menjadi tidak makruh lagi jika dipergunakan untuk wudhu dan bersuci
3.
Air yang suci tapi tidak bisa untuk bersuci
a.
Air Mustakmal
Yaitu air yang sudah di pakai untuk menghilangkan hadast
apa saja
Contoh, Air bekas untuk berwudhu, tidak dapat lagi di
gunakan untuk berwudhu, karena air tsb sudah mustakmal
b.
Air yang berubah rasa, bau, dan warnanya
Yaitu seperti Air Teh, Air Kopi atau lainnya, walaupun air
tersebut telah bercampur dengan sesuatu yang suci dan halal, air tersebut hukumnya tetap suci, tetapi tidak
bisa dipergunakan untuk ber Wudhu
4.
Air Mutanajis
Yaitu air yang tercampur atau terkena najis
Kalau airnya sedikit, (kurang dari dua qullah, 270
liter), menurut Mazhab Imam Syafi'i Rodiallohu Anhu, air tersebut tidak dapatdipergunakan untuk bersuci
Walaupun air itu suci secara fisik, tapi tidak bisa digunakan
untuk bersuci (untuk ber Wudhu atau Mandi Janabah). Tapi bila digunakan untuk
cuci tangan, cuci muka dll, maka diperbolehkan
Terkecuali air yang tercampur najis itu ukurannya
melebihi 2 qullah, maka hukumnya suci , sepanjang air tersebut tidak berubah
warna, bau dan rasanya
Image, Google Collection
Beberapa Ulama lain ada yang pendapat, bahwa air yang
kecampuran najis, meskipun airnya
sedikit, hukumnya masih suci (tidak najis), selagi air tersebut tidak berubah warna,
bau, dan rasanya, Wallahualam
Makanan merupakan sumber energi bagi tubuh.
Bisa dibayangkan bila kita tidak
makan, atau cuma telat makan, pasti tubuh bakal lemas serta otak kita tidak dapat berpikir dengan
jernih.
Sebaiknya apapun
makanan yang kita
konsumsi mesti sehat, dan dapat memberi manfaat untuk seluruh organ tubuh
Sebuah kelompok studi menyampaikan, sering
mengonsumsi makanan-yang tidak sehat dapat membahayakan kesehatan, bahkan juga
berisiko mengakibatkan kematian
Foto, Koleksi Google Com
Berikut ini 10
makanan yang harus kita waspadai agar tubuh selalu sehat
1. Gula
Gula sering dianggap sebagai musuh nomer
satu. Gula merupakan alasan paling utama pemicu diabetes serta obesitas. Gula
juga ternyata buruk untuk organ hati, pankreas serta system pencernaan. Gula
bisa mengganggu system saraf sampai 50 % setiap kali Anda mengkonsumsinya.
Namun ingat, tak semua gula beresiko. Gula
alami yang ada pada madu serta buah-buahan sangatlah berguna untuk tubuh, bila
dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
2. Tepung
Mungkin saja, tepung terlihat tak beresiko,
namun waktu masuk ke tubuh Anda, pengaruh tepung sama juga dengan gula.
Tepung
bisa memberi tekanan pada pankreas serta mengakibatkan ketidakseimbangan tingkat insulin.
3. Susu
Yes,
kita sering disarankan untuk konsumsi susu supaya tulang kita kuat, namun pakar
gizi Patrick Holford menyampaikan, seiring menambahnya usia, kita kehilangan
kekuatan untuk mengolah laktosa, komponen utama dalam susu.
Itulah penyebab susu
bisa mengakibatkan intoleransi makanan, kembung, memberi asam dalam tubuh serta
mengakibatkan penyakit inflamasi.
4. Makanan cepat saji
Ini adalah makanan yang disediakan dalam
waktu yang singkat, makanan ini sangat buruk untuk tubuh.
Terlebih daging yang
diolah memiliki kandungan natrium serta lemak jenuh.
5. Daging olahan
American Institute for Cancer Research
menemukan, konsumsi daging olahan terhubung dengan peningkatan resiko kanker
usus besar.
6. Donat
Donat di buat dari beberapa bahan yang sama
sekali tidak sehat, seperti gula putih,
lemak trans serta tepung.
Ini adalah kombinasi yang sangat beresiko,
bukan sekedar untuk bentuk tubuh namun untuk kesehatan jantung Anda juga.
Selain itu, mengonsumsi gula serta lemak
trans meningkatkan resiko diabetes serta penyakit jantung secara signifikan.
7. Keripik kentang
Keripik kentang tinggi bakal lemak serta
garam, yang berarti memiliki kandungan natrium dalam jumlah besar.
Natrium bertanggungjawab untuk penambahan
tekanan darah serta kandungan cholesterol, yang mengakibatkan peningkatan
resiko serangan jantung serta stroke.
Cancer Science magazine menerbitkan suatu
studi pada th. 2005 serta mengungkapkan bahwa konsumsi makanan tinggi garam
bisa mengakibatkan kanker lambung.
8. Soda
Minuman ini tak mengandung bahan-bahan yang
tidak bermanfaat untuk tubuh, Serta yang lebih buruk lagi, soda berlimpah
bakal bahan kimia serta gula, yang bisa mengurangi tingkat suplemen dalam organ
tubuh
Cancer Epidemiology, Biomarkers and
Prevention menerbitkan suatu studi yang tunjukkan bahwa minum soda sepanjang
satu minggu bisa menggandakan bahaya perkembangan pankreas.
9. Margarin
Margarin adalah lemak yang diolah serta
berisi lemak trans yg tidak dapat diolah oleh tubuh. Hal ini bakal meningkatkan
cholesterol serta mengakibatkan rusaknya pada pembuluh darah.
10. Sup kaleng
Makanan kaleng berlimpah bakal garam. Walau
sup kaleng kerap disebut-sebut sebagai makanan sehat, sebenarnya makanan ini
memiliki kandungan sampai 890 miligram sodium.
Saat tubuh terlampau banyak dimasukkan
natrium, hal semacam ini bakal berikan desakan pada jantung serta tingkatkan
tekanan darah yang berisiko mengakibatkan serangan jantung.
Foto, Koleksi Google Com
Kesimpulan
Pandai-pandailah memilih
makanan yang akan dikonsumsi, lebih-lebih bila usia kita sudah memasuki angka
40 tahun keatas
Bagi saudaraku muslimin dan
muslimat, lebih utama jika mengucapkan doa sebelum makan atau minum, setidaknya
ucapkanlah Basmallah ketika akan memasukkan sesuatu kedalam rongga mulut kita
Makanan atau
minuman yang kita konsumsi, fungsi utamanya adalah untuk menghilangkan lapar
atau dahaga, tetapi dengan ucapan Basmallah, makanan yang kita konsumsi menjadi
barokah dan dihitung sebagai pahala serta kebaikan disisi Allah Swt, itulah yang membedakan seorang Muslim dengan Non Muslim
Sholat adalah perintah Allah Swt, maka lakukan Sholat dengan
baik dan benar sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw, agar ibadah
kita dapat diterima oleh Allah Swt
Selain terpenuhi Syarat dan Rukun Sholat nya itu sendiri,
sebelumnya telah didahului juga dengan Mandi Junub (jika sedang Berhadas Besar),
Kemudian menyempurnakan Syarat dan Rukun Wudhunya, gunakan pakaian yang bersih dan
lakukanlah ditempat yang bersih pulak
Jadi, Kesempurnaan Ibadah Sholat, jika diurutkan dari yang
paling dasar adalah, Mandi Junub (Jika sedang ber hadas) , kemudian ber Wudhu, dan
kemudian melaksanakan Sholat
Sebelum masuk kedalam bab Wudhu dan Sholat, Tulisan ini diawali
dengan hal yang paling dasar, Mandi
Junub
Foto, Koleksi Google
Mandi Junub
Mandi Junub, Menjadi kewajiban bagi setiap
orang islam yang telah menyatakan dirinya sebagai orang yang ber Iman.
Q.S Al-Maidah ayat 6
Wahai orang-orang yang beriman!
Apabila kamu hendak
melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan
sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika
kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus)
atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka
bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan
(debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan
kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.
Q.S An Nisa ayat ke 43
Wahai orang yang
beriman!
Janganlah kamu
mendekati shalat, ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang
kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu
hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan
saja, sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang
dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan,
sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang
baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sungguh, Allah
Maha Pemaaf, Maha Pengampun.
Mandi
junub berbeda dengan mandi biasa, baik niat maupun tata caranya.
Agar
lebih jelasnya, sebaiknya kita bahas secara runtut mulai dari alasan
diwajibkannya mandi junub, hingga tata caranya dalam beberapa versi.
Mengapa
Harus Mandi Junub? Syaikh Dr. Yusuf Qardhawi, menjawab dan menjelaskan pertanyaan
ini, bahwa mandi adalah ibadah yang ditetapkan Allah.
Ibadah
haruslah dikerjakan sesuai syariat-Nya, baik itu diketahui hikmahnya atau
tidak.
Beliau
mengatakan banyak dokter yang menyatakan bahwa mandi setelah melakukan hubungan
biologis dapat mengembalikan kekuatan tubuh dan mengembalikan tenaga yang
hilang.
Mandi
sangat bermanfaat bagi tubuh dan jiwa kita, dan apabila ditinggalkan, maka
dapat menimbulkan mudharat.
Asal Usul Mandi Junub Mandi junub berasal
dari kata janaba yang berarti sisi atau bagian tertentu. Mandi junub bisa
disebut sebagai mandi besar atau mandi wajib, dimana kita mandi menggunakan air
suci mensucikan dengan mengalirkan air tersebut ke seluruh tubuh dari mulai
ujung rambut hingga ujung kaki.
Tujuannya sendiri
adalah menghilangkan hadas besar agar kita bisa suci dan sah melaksanakan
ibadah shalat.
Foto, Koleksi Google
Siapa yang Diwajibkan
Mandi Junub?
Ada beberapa sebab
atau alasan mengapa seseorang harus mandi junub, yakni :
1.Mengeluarkan air mani,
baik sengaja maupun tidak
2.Setelah berhubungan
badan
3.Setelah selesai
menstruasi
4.Selesai
melahirkan/nifas
5.Meninggal dunia
(dimandikan oleh orang lain)
Tata cara Mandi Junub
yang Benar Tentang masalah mandi
junub ini, ternyata ada beberapa riwayat hadits yang menyebutkan, yakni : dari
Aisyah Ra, dan Maimunah binti Al Harits. Kedua wanita ini merupakan istri nabi,
sehingga apa yang mereka sampaikan sudah pasti bisa menjadi tuntunan bagi kita semua.
Menurut Hadits riwayat
Aisyah Ra “Dari ‘Aisyah, isteri
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya.
Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan
jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian
menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya
sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)
Dari keterangan hadits
diatas, dapat kita rincikan sebagai berikut ini :
1.Tuangkan air untuk
membasuh kedua telapak tangan
2.Berwudhu seperti wudhu
untuk sholat
3.Ambil sebagian air
kemudian menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata
4.Setelah itu ambil air
dan basuh kepala sebanyak tiga kali
5.Lalu ambil air lagi
lalu basuh bagian tubuh menggunakan sabun dan seterusnya sebagaimana mandi
biasa
Menurut Hadits Riwayat
Maimunah Binti al-Harits Dari Ibnu ‘Abbas
berkata bahwa Maimunah mengatakan,
“Aku pernah
menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu
beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua
kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada
telapak tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau
menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan
air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian
beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu
beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di
tempat yang berbeda).” (HR.
Bukhari no. 265 dan Muslim no. 317)
Menurut Hadits riwayat
Maimunah Ra, Rasulullah melakukan mandi junub caranya sebagai berikut :
1.Mengambil air dengan
tangan kanan kemudian membasuh kemaluan dengan tangan kirinya
2.Membersihkan tangan
kiri tadi dengan sabun
3.Menyiram rambut sambil
memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata
4.Lalu kemudian membasuh
kepala dengan air sebanyak 3 kali
5.Berwudhu seperti wudhu
akan sholat , sampai bagian membasuh telinga kanan dan kiri
6.Menyiram dan membasuh
semua bagian tubuh
7.Lalu membasuh kedua
kaki
Setelah membaca dua
penjelasan diatas, kira-kira mana yang kita pilih?
Tidak perlu bingung,
karena menurut Aisyah Ra atau Maimunah Ibnu Al Harits, semuanya benar.
Maka dari Dari sinilah
kemudian ulama menggabungkan 2 hadits ini maka Tata Cara Mandi Junub Rasulullah
adalah sebagai berikut
1.Mengambil air lalu
basuh kedua telapak tangan
2.Membasuh kemaluan
dengan tangan kiri
3.Cuci tangan kiri
dengan sabun, setelah bagian ini Rasulullah tidak menyentuh kemaluan lagi untuk
dibersihkan
4.Menyela bagian
rambutnya dengan air (menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut
hingga rata)
5.Basuh dan guyur kepala
6.Berwudhu lengkap
sebagai wudhu akan sholat
7.Mengguyur dan mebasuh
bagain tubuh secara keseluruhan kecuali kemaluan, kita dilarang untuk memegang
Kemaluan.
Niat
Mandi Junub
Niat ini dibaca dalam hati pada saat mulai membasuh
bagian manapun dari tubuh.
"Aku berniat mandi besar untuk
menghilangkan hadats besar dari badanku, Wajib karena Allah Ta’ala."
Begitulah tata cara
mandi junub menurut Sunnah Rasulullah Saw, semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk kita
semua. (Kajian Ust. Adi Hidayat, Lc, Ma)