Tampilkan postingan dengan label Mahakam24. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahakam24. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Air Yang Suci dan Mensucikan



Air yang suci dan dapat menyucikan, adalah masalah dasar sebagai syarat untuk bersuci dari hadast

Artikel ini seharusnya Saya tuliskan sebelum Artikel Mandi Junub Saya publikasikan, Jadi urutan artikelnya terasa nyambung 

Anggaplah artikel ini sebagai perbaikan urutan konten sebelumnya, dan Saya dengan rendah hati memohon maaf untuk kekeliruan ini


Image, Google Collection


Ragam Air yang dapat mensucikan tubuh dari hadats,
1. Air hujan
2. Air laut
3. Air sungai
4. Air sumur
5. Air sumber (Mata air yang keluar dari bawah tanah)
6. Air embun
7. Air salju


Pada intinya jenis Air yang banyak tadi, hanya ada 4 macam saja

1. Air mutlak.
Yaitu air yang bisa mensucikan pada umumnya, tetapi tidak makruh jika di pakai untuk mensucikan badan dan keperluan lainnya, seperti untuk mandi, mencuci, wudhu, minum, memasak dll

Misalnya Air Sumur, jika kita taruh air sumur tsb di gelas atau mangkok atau di ember maka air itu namanya tetap Air Sumur

Karena penempatannya tidak merubah namanya menjadi air gelas atau air mangkok atau air ember, maka itulah yang dimaksud dengan Air Mutlak


2. Air yang masih panas dari sengatan matahari
Yaitu air yang di taruh di tempat yang berbahan seng, besi, tembaga, dan lainnya yang kebetulan terjemur oleh panasnya matahari

Air tersebut air suci yang dapat dipergunakan untuk mencuci, memasak, dan lainnya, tapi makruh hukumnya jika dipakai untuk ber Wudhu, dan Mandi Junub

Tetapi bila air tersebut sudah menjadi dingin kembali, Air itu menjadi tidak makruh lagi jika dipergunakan untuk wudhu dan bersuci


3. Air yang suci tapi tidak bisa untuk bersuci

a. Air Mustakmal
Yaitu air yang sudah di pakai untuk menghilangkan hadast apa saja

Contoh,  Air bekas untuk berwudhu, tidak dapat lagi di gunakan untuk berwudhu, karena air tsb sudah mustakmal

b. Air yang berubah rasa, bau, dan warnanya
Yaitu seperti Air Teh, Air Kopi atau lainnya, walaupun air tersebut telah bercampur dengan sesuatu yang suci dan halal,  air tersebut hukumnya tetap suci, tetapi tidak bisa dipergunakan untuk ber Wudhu


4. Air Mutanajis
Yaitu air yang tercampur atau terkena najis

Kalau airnya sedikit, (kurang dari dua qullah, 270 liter), menurut Mazhab Imam Syafi'i Rodiallohu Anhu, air tersebut  tidak dapat  dipergunakan untuk bersuci

Walaupun air itu suci secara fisik, tapi tidak bisa digunakan untuk bersuci (untuk ber Wudhu atau Mandi Janabah). Tapi bila digunakan untuk cuci tangan, cuci muka dll, maka diperbolehkan

Terkecuali air yang tercampur najis itu ukurannya melebihi 2 qullah, maka hukumnya suci , sepanjang air tersebut tidak berubah warna, bau dan rasanya


Image, Google Collection


Beberapa Ulama lain ada yang pendapat, bahwa air yang kecampuran najis, meskipun airnya sedikit, hukumnya masih suci (tidak najis), selagi air tersebut tidak berubah warna, bau, dan rasanya, Wallahualam




Senin, 19 Februari 2018

Makanan yang harus kita waspadai



Makanan merupakan sumber energi bagi tubuh. Bisa dibayangkan bila kita tidak makan, atau cuma telat makan, pasti tubuh bakal lemas serta otak kita tidak dapat berpikir dengan jernih.

Sebaiknya apapun makanan yang kita konsumsi mesti sehat, dan dapat memberi manfaat untuk seluruh organ tubuh

Sebuah kelompok studi menyampaikan, sering mengonsumsi makanan-yang tidak sehat dapat membahayakan kesehatan, bahkan juga berisiko mengakibatkan kematian


Foto, Koleksi Google Com


Berikut ini 10 makanan yang harus kita waspadai agar tubuh selalu sehat

1. Gula
Gula sering dianggap sebagai musuh nomer satu. Gula merupakan alasan paling utama pemicu diabetes serta obesitas. Gula juga ternyata buruk untuk organ hati, pankreas serta system pencernaan. Gula bisa mengganggu system saraf sampai 50 % setiap kali Anda mengkonsumsinya.

Namun ingat, tak semua gula beresiko. Gula alami yang ada pada madu serta buah-buahan sangatlah berguna untuk tubuh, bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.


2. Tepung
Mungkin saja, tepung terlihat tak beresiko, namun waktu masuk ke tubuh Anda, pengaruh tepung sama juga dengan gula. 

Tepung bisa memberi tekanan pada pankreas serta mengakibatkan ketidak seimbangan tingkat insulin.


3. Susu
Yes, kita sering disarankan untuk konsumsi susu supaya tulang kita kuat, namun pakar gizi Patrick Holford menyampaikan, seiring menambahnya usia, kita kehilangan kekuatan untuk mengolah laktosa, komponen utama dalam susu. 

Itulah penyebab susu bisa mengakibatkan intoleransi makanan, kembung, memberi asam dalam tubuh serta mengakibatkan penyakit inflamasi.


4. Makanan cepat saji
Ini adalah makanan yang disediakan dalam waktu yang singkat, makanan ini sangat buruk untuk tubuh. 

Terlebih daging yang diolah memiliki kandungan natrium serta lemak jenuh.


5. Daging olahan
American Institute for Cancer Research menemukan, konsumsi daging olahan terhubung dengan peningkatan resiko kanker usus besar.


6. Donat
Donat di buat dari beberapa bahan yang sama sekali tidak sehat, seperti gula putih, lemak trans serta tepung.

Ini adalah kombinasi yang sangat beresiko, bukan sekedar untuk bentuk tubuh namun untuk kesehatan jantung Anda juga.

Selain itu, mengonsumsi gula serta lemak trans meningkatkan resiko diabetes serta penyakit jantung secara signifikan.


7. Keripik kentang
Keripik kentang tinggi bakal lemak serta garam, yang berarti memiliki kandungan natrium dalam jumlah besar.

Natrium bertanggungjawab untuk penambahan tekanan darah serta kandungan cholesterol, yang mengakibatkan peningkatan resiko serangan jantung serta stroke.

Cancer Science magazine menerbitkan suatu studi pada th. 2005 serta mengungkapkan bahwa konsumsi makanan tinggi garam bisa mengakibatkan kanker lambung.


8. Soda
Minuman ini tak mengandung bahan-bahan yang tidak bermanfaat untuk tubuh, Serta yang lebih buruk lagi, soda berlimpah bakal bahan kimia serta gula, yang bisa mengurangi tingkat suplemen dalam organ tubuh

Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention menerbitkan suatu studi yang tunjukkan bahwa minum soda sepanjang satu minggu bisa menggandakan bahaya perkembangan pankreas.


9. Margarin
Margarin adalah lemak yang diolah serta berisi lemak trans yg tidak dapat diolah oleh tubuh. Hal ini bakal meningkatkan cholesterol serta mengakibatkan rusaknya pada pembuluh darah.


10. Sup kaleng
Makanan kaleng berlimpah bakal garam. Walau sup kaleng kerap disebut-sebut sebagai makanan sehat, sebenarnya makanan ini memiliki kandungan sampai 890 miligram sodium.

Saat tubuh terlampau banyak dimasukkan natrium, hal semacam ini bakal berikan desakan pada jantung serta tingkatkan tekanan darah yang berisiko mengakibatkan serangan jantung.


Foto, Koleksi Google Com


Kesimpulan
Pandai-pandailah memilih makanan yang akan dikonsumsi, lebih-lebih bila usia kita sudah memasuki angka 40 tahun keatas

Bagi saudaraku muslimin dan muslimat, lebih utama jika mengucapkan doa sebelum makan atau minum, setidaknya ucapkanlah Basmallah ketika akan memasukkan sesuatu kedalam rongga mulut kita

Makanan atau minuman yang kita konsumsi, fungsi utamanya adalah untuk menghilangkan lapar atau dahaga, tetapi dengan ucapan Basmallah, makanan yang kita konsumsi menjadi barokah dan dihitung sebagai pahala serta kebaikan disisi Allah Swt, itulah yang membedakan seorang Muslim dengan Non Muslim


Disarikan dari berbagai sumber
Sumber utama tulisan ini,  www.7daftar dot com


Senin, 25 September 2017

Mandi Junub menurut Kaidah Islam

Sholat adalah perintah Allah Swt, maka lakukan Sholat dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw, agar ibadah kita dapat diterima oleh Allah Swt

Selain terpenuhi Syarat dan Rukun Sholat nya itu sendiri, sebelumnya telah didahului juga dengan Mandi Junub (jika sedang Berhadas Besar), Kemudian menyempurnakan Syarat dan Rukun Wudhunya, gunakan pakaian yang bersih dan lakukanlah ditempat yang bersih pulak

Jadi, Kesempurnaan Ibadah Sholat, jika diurutkan dari yang paling dasar adalah, Mandi Junub (Jika sedang ber hadas) , kemudian ber Wudhu, dan kemudian melaksanakan Sholat

Sebelum masuk kedalam bab Wudhu dan Sholat, Tulisan ini diawali dengan hal yang paling dasar,  Mandi Junub


Foto, Koleksi Google

Mandi Junub
Mandi Junub, Menjadi kewajiban bagi setiap orang islam yang telah menyatakan dirinya sebagai orang yang ber Iman.  

Q.S  Al-Maidah ayat 6
Wahai orang-orang yang beriman!
Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

Q.S An Nisa ayat ke 43
Wahai orang yang beriman!
Janganlah kamu mendekati shalat, ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.

Mandi junub berbeda dengan mandi biasa, baik niat maupun tata caranya.

Agar lebih jelasnya, sebaiknya kita bahas secara runtut mulai dari alasan diwajibkannya mandi junub, hingga tata caranya dalam beberapa versi.

Mengapa Harus Mandi Junub?
Syaikh Dr. Yusuf Qardhawi, menjawab dan menjelaskan pertanyaan ini, bahwa mandi adalah ibadah yang ditetapkan Allah.

Ibadah haruslah dikerjakan sesuai syariat-Nya, baik itu diketahui hikmahnya atau tidak.

Beliau mengatakan banyak dokter yang menyatakan bahwa mandi setelah melakukan hubungan biologis dapat mengembalikan kekuatan tubuh dan mengembalikan tenaga yang hilang.

Mandi sangat bermanfaat bagi tubuh dan jiwa kita, dan apabila ditinggalkan, maka dapat menimbulkan mudharat.

Asal Usul Mandi Junub
Mandi junub berasal dari kata janaba yang berarti sisi atau bagian tertentu. Mandi junub bisa disebut sebagai mandi besar atau mandi wajib, dimana kita mandi menggunakan air suci mensucikan dengan mengalirkan air tersebut ke seluruh tubuh dari mulai ujung rambut hingga ujung kaki.

Tujuannya sendiri adalah menghilangkan hadas besar agar kita bisa suci dan sah melaksanakan ibadah shalat.

Foto, Koleksi Google

Siapa yang Diwajibkan Mandi Junub?
Ada beberapa sebab atau alasan mengapa seseorang harus mandi junub, yakni :

1.   Mengeluarkan air mani, baik sengaja maupun tidak
2.   Setelah berhubungan badan
3.   Setelah selesai menstruasi
4.   Selesai melahirkan/nifas
5.   Meninggal dunia (dimandikan oleh orang lain)

Tata cara Mandi Junub yang Benar
Tentang masalah mandi junub ini, ternyata ada beberapa riwayat hadits yang menyebutkan, yakni : dari Aisyah Ra, dan Maimunah binti Al Harits. Kedua wanita ini merupakan istri nabi, sehingga apa yang mereka sampaikan sudah pasti bisa menjadi tuntunan bagi kita semua.

Menurut Hadits riwayat Aisyah Ra
“Dari ‘Aisyah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)

Dari keterangan hadits diatas, dapat kita rincikan sebagai berikut ini :

1.   Tuangkan air untuk membasuh kedua telapak tangan
2.   Berwudhu seperti wudhu untuk sholat
3.   Ambil sebagian air kemudian menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata
4.   Setelah itu ambil air dan basuh kepala sebanyak tiga kali
5.   Lalu ambil air lagi lalu basuh bagian tubuh menggunakan sabun dan seterusnya sebagaimana mandi biasa

Menurut Hadits Riwayat Maimunah Binti al-Harits
Dari Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Maimunah mengatakan,
“Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari no. 265 dan Muslim no. 317)

Menurut Hadits riwayat Maimunah Ra, Rasulullah melakukan mandi junub caranya sebagai berikut :

1.   Mengambil air dengan tangan kanan kemudian membasuh kemaluan dengan tangan kirinya
2.   Membersihkan tangan kiri tadi dengan sabun
3.   Menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata
4.   Lalu kemudian membasuh kepala dengan air sebanyak 3 kali
5.   Berwudhu seperti wudhu akan sholat , sampai bagian membasuh telinga kanan dan kiri
6.   Menyiram dan membasuh semua bagian tubuh
7.   Lalu membasuh kedua kaki

Setelah membaca dua penjelasan diatas, kira-kira mana yang kita pilih?

Tidak perlu bingung, karena menurut Aisyah Ra atau Maimunah Ibnu Al Harits, semuanya benar.

Maka dari Dari sinilah kemudian ulama menggabungkan 2 hadits ini maka Tata Cara Mandi Junub Rasulullah adalah sebagai berikut

1.   Mengambil air lalu basuh kedua telapak tangan
2.   Membasuh kemaluan dengan tangan kiri
3.   Cuci tangan kiri dengan sabun, setelah bagian ini Rasulullah tidak menyentuh kemaluan lagi untuk dibersihkan
4.   Menyela bagian rambutnya dengan air (menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata)
5.   Basuh dan guyur kepala
6.   Berwudhu lengkap sebagai wudhu akan sholat
7.   Mengguyur dan mebasuh bagain tubuh secara keseluruhan kecuali kemaluan, kita dilarang untuk memegang Kemaluan.

Niat Mandi Junub
Niat ini dibaca dalam hati pada saat mulai membasuh bagian manapun dari tubuh.

Lafadz Niat Mandi Besar adalah:








Latinnya:

Nawaitul Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’alla

Artinya:

"Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar dari badanku, Wajib karena Allah Ta’ala."

Begitulah tata cara mandi junub menurut Sunnah Rasulullah Saw, semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk kita semua. 
(Kajian Ust. Adi Hidayat, Lc, Ma) 

Sumber 1, Islamidia
Sumber 2, Bersama Islam


Video Tata Cara Mandi janabah (Junub)
Sumber,  Video oleh Naro Z Wibowo, Dipublikasikan tanggal 23 Des 2014

Selain tayangan Visualnya,  Agar dicermati juga Narasi yang diucapkan oleh Naratornya, Semoga ber manfaat