Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Air Yang Suci dan Mensucikan



Air yang suci dan dapat menyucikan, adalah masalah dasar sebagai syarat untuk bersuci dari hadast

Artikel ini seharusnya Saya tuliskan sebelum Artikel Mandi Junub Saya publikasikan, Jadi urutan artikelnya terasa nyambung 

Anggaplah artikel ini sebagai perbaikan urutan konten sebelumnya, dan Saya dengan rendah hati memohon maaf untuk kekeliruan ini


Image, Google Collection


Ragam Air yang dapat mensucikan tubuh dari hadats,
1. Air hujan
2. Air laut
3. Air sungai
4. Air sumur
5. Air sumber (Mata air yang keluar dari bawah tanah)
6. Air embun
7. Air salju


Pada intinya jenis Air yang banyak tadi, hanya ada 4 macam saja

1. Air mutlak.
Yaitu air yang bisa mensucikan pada umumnya, tetapi tidak makruh jika di pakai untuk mensucikan badan dan keperluan lainnya, seperti untuk mandi, mencuci, wudhu, minum, memasak dll

Misalnya Air Sumur, jika kita taruh air sumur tsb di gelas atau mangkok atau di ember maka air itu namanya tetap Air Sumur

Karena penempatannya tidak merubah namanya menjadi air gelas atau air mangkok atau air ember, maka itulah yang dimaksud dengan Air Mutlak


2. Air yang masih panas dari sengatan matahari
Yaitu air yang di taruh di tempat yang berbahan seng, besi, tembaga, dan lainnya yang kebetulan terjemur oleh panasnya matahari

Air tersebut air suci yang dapat dipergunakan untuk mencuci, memasak, dan lainnya, tapi makruh hukumnya jika dipakai untuk ber Wudhu, dan Mandi Junub

Tetapi bila air tersebut sudah menjadi dingin kembali, Air itu menjadi tidak makruh lagi jika dipergunakan untuk wudhu dan bersuci


3. Air yang suci tapi tidak bisa untuk bersuci

a. Air Mustakmal
Yaitu air yang sudah di pakai untuk menghilangkan hadast apa saja

Contoh,  Air bekas untuk berwudhu, tidak dapat lagi di gunakan untuk berwudhu, karena air tsb sudah mustakmal

b. Air yang berubah rasa, bau, dan warnanya
Yaitu seperti Air Teh, Air Kopi atau lainnya, walaupun air tersebut telah bercampur dengan sesuatu yang suci dan halal,  air tersebut hukumnya tetap suci, tetapi tidak bisa dipergunakan untuk ber Wudhu


4. Air Mutanajis
Yaitu air yang tercampur atau terkena najis

Kalau airnya sedikit, (kurang dari dua qullah, 270 liter), menurut Mazhab Imam Syafi'i Rodiallohu Anhu, air tersebut  tidak dapat  dipergunakan untuk bersuci

Walaupun air itu suci secara fisik, tapi tidak bisa digunakan untuk bersuci (untuk ber Wudhu atau Mandi Janabah). Tapi bila digunakan untuk cuci tangan, cuci muka dll, maka diperbolehkan

Terkecuali air yang tercampur najis itu ukurannya melebihi 2 qullah, maka hukumnya suci , sepanjang air tersebut tidak berubah warna, bau dan rasanya


Image, Google Collection


Beberapa Ulama lain ada yang pendapat, bahwa air yang kecampuran najis, meskipun airnya sedikit, hukumnya masih suci (tidak najis), selagi air tersebut tidak berubah warna, bau, dan rasanya, Wallahualam




Senin, 25 September 2017

Mandi Junub menurut Kaidah Islam

Sholat adalah perintah Allah Swt, maka lakukan Sholat dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw, agar ibadah kita dapat diterima oleh Allah Swt

Selain terpenuhi Syarat dan Rukun Sholat nya itu sendiri, sebelumnya telah didahului juga dengan Mandi Junub (jika sedang Berhadas Besar), Kemudian menyempurnakan Syarat dan Rukun Wudhunya, gunakan pakaian yang bersih dan lakukanlah ditempat yang bersih pulak

Jadi, Kesempurnaan Ibadah Sholat, jika diurutkan dari yang paling dasar adalah, Mandi Junub (Jika sedang ber hadas) , kemudian ber Wudhu, dan kemudian melaksanakan Sholat

Sebelum masuk kedalam bab Wudhu dan Sholat, Tulisan ini diawali dengan hal yang paling dasar,  Mandi Junub


Foto, Koleksi Google

Mandi Junub
Mandi Junub, Menjadi kewajiban bagi setiap orang islam yang telah menyatakan dirinya sebagai orang yang ber Iman.  

Q.S  Al-Maidah ayat 6
Wahai orang-orang yang beriman!
Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

Q.S An Nisa ayat ke 43
Wahai orang yang beriman!
Janganlah kamu mendekati shalat, ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.

Mandi junub berbeda dengan mandi biasa, baik niat maupun tata caranya.

Agar lebih jelasnya, sebaiknya kita bahas secara runtut mulai dari alasan diwajibkannya mandi junub, hingga tata caranya dalam beberapa versi.

Mengapa Harus Mandi Junub?
Syaikh Dr. Yusuf Qardhawi, menjawab dan menjelaskan pertanyaan ini, bahwa mandi adalah ibadah yang ditetapkan Allah.

Ibadah haruslah dikerjakan sesuai syariat-Nya, baik itu diketahui hikmahnya atau tidak.

Beliau mengatakan banyak dokter yang menyatakan bahwa mandi setelah melakukan hubungan biologis dapat mengembalikan kekuatan tubuh dan mengembalikan tenaga yang hilang.

Mandi sangat bermanfaat bagi tubuh dan jiwa kita, dan apabila ditinggalkan, maka dapat menimbulkan mudharat.

Asal Usul Mandi Junub
Mandi junub berasal dari kata janaba yang berarti sisi atau bagian tertentu. Mandi junub bisa disebut sebagai mandi besar atau mandi wajib, dimana kita mandi menggunakan air suci mensucikan dengan mengalirkan air tersebut ke seluruh tubuh dari mulai ujung rambut hingga ujung kaki.

Tujuannya sendiri adalah menghilangkan hadas besar agar kita bisa suci dan sah melaksanakan ibadah shalat.

Foto, Koleksi Google

Siapa yang Diwajibkan Mandi Junub?
Ada beberapa sebab atau alasan mengapa seseorang harus mandi junub, yakni :

1.   Mengeluarkan air mani, baik sengaja maupun tidak
2.   Setelah berhubungan badan
3.   Setelah selesai menstruasi
4.   Selesai melahirkan/nifas
5.   Meninggal dunia (dimandikan oleh orang lain)

Tata cara Mandi Junub yang Benar
Tentang masalah mandi junub ini, ternyata ada beberapa riwayat hadits yang menyebutkan, yakni : dari Aisyah Ra, dan Maimunah binti Al Harits. Kedua wanita ini merupakan istri nabi, sehingga apa yang mereka sampaikan sudah pasti bisa menjadi tuntunan bagi kita semua.

Menurut Hadits riwayat Aisyah Ra
“Dari ‘Aisyah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)

Dari keterangan hadits diatas, dapat kita rincikan sebagai berikut ini :

1.   Tuangkan air untuk membasuh kedua telapak tangan
2.   Berwudhu seperti wudhu untuk sholat
3.   Ambil sebagian air kemudian menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata
4.   Setelah itu ambil air dan basuh kepala sebanyak tiga kali
5.   Lalu ambil air lagi lalu basuh bagian tubuh menggunakan sabun dan seterusnya sebagaimana mandi biasa

Menurut Hadits Riwayat Maimunah Binti al-Harits
Dari Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Maimunah mengatakan,
“Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari no. 265 dan Muslim no. 317)

Menurut Hadits riwayat Maimunah Ra, Rasulullah melakukan mandi junub caranya sebagai berikut :

1.   Mengambil air dengan tangan kanan kemudian membasuh kemaluan dengan tangan kirinya
2.   Membersihkan tangan kiri tadi dengan sabun
3.   Menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata
4.   Lalu kemudian membasuh kepala dengan air sebanyak 3 kali
5.   Berwudhu seperti wudhu akan sholat , sampai bagian membasuh telinga kanan dan kiri
6.   Menyiram dan membasuh semua bagian tubuh
7.   Lalu membasuh kedua kaki

Setelah membaca dua penjelasan diatas, kira-kira mana yang kita pilih?

Tidak perlu bingung, karena menurut Aisyah Ra atau Maimunah Ibnu Al Harits, semuanya benar.

Maka dari Dari sinilah kemudian ulama menggabungkan 2 hadits ini maka Tata Cara Mandi Junub Rasulullah adalah sebagai berikut

1.   Mengambil air lalu basuh kedua telapak tangan
2.   Membasuh kemaluan dengan tangan kiri
3.   Cuci tangan kiri dengan sabun, setelah bagian ini Rasulullah tidak menyentuh kemaluan lagi untuk dibersihkan
4.   Menyela bagian rambutnya dengan air (menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata)
5.   Basuh dan guyur kepala
6.   Berwudhu lengkap sebagai wudhu akan sholat
7.   Mengguyur dan mebasuh bagain tubuh secara keseluruhan kecuali kemaluan, kita dilarang untuk memegang Kemaluan.

Niat Mandi Junub
Niat ini dibaca dalam hati pada saat mulai membasuh bagian manapun dari tubuh.

Lafadz Niat Mandi Besar adalah:








Latinnya:

Nawaitul Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’alla

Artinya:

"Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar dari badanku, Wajib karena Allah Ta’ala."

Begitulah tata cara mandi junub menurut Sunnah Rasulullah Saw, semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk kita semua. 
(Kajian Ust. Adi Hidayat, Lc, Ma) 

Sumber 1, Islamidia
Sumber 2, Bersama Islam


Video Tata Cara Mandi janabah (Junub)
Sumber,  Video oleh Naro Z Wibowo, Dipublikasikan tanggal 23 Des 2014

Selain tayangan Visualnya,  Agar dicermati juga Narasi yang diucapkan oleh Naratornya, Semoga ber manfaat









Jumat, 13 Mei 2016

Pengertian Napza dan Pencegahan Dininya

Cuplikan sebagian berita yang terkait Narkoba
Presiden RI, Joko Widodo (Regional Kompas Com) mengatakan bahwa pada saat ini,  “Indonesia berada dalam status Darurat Narkoba”  oleh karena itu, menurut dia, tidak ada maaf bagi pelaku narkoba di negeri ini

Badan Narkotika Nasional (Scribd Com) memperkirakan jumlah pengguna narkoba di Indonesia terus meningkat,  Akumulasi data pengguna narkoba sejak tahun 2004 sd 2015, angka prevalensi pengguna narkoba  mencapai 5,1 juta orang


Image By Scribd Com


Saat ini di seluruh dunia, sebanyak 251 jenis narkoba baru sudah berkembang pada hampir di 70 negara,  14 diantaranya terdeteksi beredar di Indonesia

Data terakhir yang tercatat, angka kematian akibat penggunaan narkoba diperkirakan telah mencapai 367.000 orang (rentang usia antara 15 sd 64 tahun), Mereka meninggal akibat mengalami overdosis

Tidak dapat terhindarkan, peredaran gelap narkoba (narkotik, psikotropika, dan bahan adiktif berbahaya lainnya) begitu marak di negara kita

Hampir setiap hari berbagai kasus penyalahgunaan narkoba atau napza selalu masuk didalam pemberitaan nasional (Media Cetak dan TV)

Lalu apakah kita harus pasrah ?

Tentu saja tidak, kita harus tetap optimis !

Penangkapan, Mempidanakan, sampai Menghukum mati, biarlah itu menjadi domain pemerintah  saja

Hal paling kecil yang dapat kita lakukan adalah dengan melakukan pencegahan, dimulai dengan memperhatikan dan mengawasi perilaku mencurigakan dari orang-orang terdekat di keluarga kita sendiri

Kongkritnya bagaimana ?

Pengguna narkoba biasanya memerlukan dana rutin untuk memenuhi kebutuhannya, Apapun akan dilakukannya untuk mendapatkan uang, sebelum mencuri dari orang lain, biasanya mereka melakukan pencurian dilingkungan keluarga, modusnya bisa macam-macam, misalnya, dimulai dengan menjual barang berharga miliknya sendiri, lanjut mencuri dan menjual barang milik keluarga, kemudian bisa jadi menggelapkan (tidak membayarkan) SPP atau Uang Semesteran, dan seterusnya

Saya tidak meng-klaim bahwa cara diatas dapat mencegah penggunaan narkoba dilingkungan keluarga,  tetapi tindakan deteksi dini  sangat diperlukan, karena akan lebih mudah mengobati pengguna pemula dibanding menangani pecandu berat     

Berikut ini, Artikel tentang Napza (Narkotika, Psikotrapika dan Zat Adiktif) yang Saya ambil dari situs Meet Doctor Com

Konten Artikel ini setidaknya dapat membuka wawasan mengenai Napza, dan sangat naif rasanya bila ingin mendapatkan ulasan yang lebih mendalam dari tulisan yang hanya dimuat dalam satu atau dua halaman saja

Terakhir, Bentengilah orang-orang yang kita cintai dengan memberikan pembekalan Ilmu Agama sejak usia dini

Salam, 

Images By Meet Doctor Com


Pengertian Narkotika, Psikotrapika, dan Zat Adiktif
Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif, atau lebih sering disingkat Napza, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya

Napza dikenal juga dengan istilah narkoba. Menurut pakar kesehatan, napza sebenarnya adalah senyawa-senyawa yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu 

Namun kini persepsi itu disalah artikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009)

Cara kerjanya mempengaruhi susunan syaraf yang dapat membuat kita tidak merasakan apa-apa, bahkan bila bagian tubuh kita disakiti sekalipun

Baca Juga, Manfaat Buah Kurma

Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut

Yang termasuk jenis narkotika adalah:

- Tanaman Papaver, Opium Mentah, Opium Masak (Candu, Jicing, Jicingko), Opium Obat, Morfina, Kokaina, Ekgonina, Tanaman Ganja, dan Damar Ganja

- Garam-garam dan turunan-turunan dari Morfina dan Kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/Tahun 1997)

Terdapat empat golongan psikotropika menurut undang-undang tersebut, namun setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan narkotika

Dengan demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika hanya menyangkut psikotropika golongan III dan IV sesuai Undang-Undang No. 5/Tahun 1997

Psikotropika disebut juga sebagai bahan lain yang tidak mengandung narkotika, merupakan zat buatan atau hasil rekayasa yang dibuat dengan mengatur struktur kimia, dapat mempengaruhi atau mengubah keadaan mental dan tingkah laku pemakainya

Images By Scribd Com

Zat yang termasuk psikotropika antara lain:

Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya

Jenis Psikotropika sering dikaitkan dengan istilah Amfetamin,
Amfetamin ada 2 jenis yaitu MDMA (Metil Dioksi Met Amfetamin) dikenal dengan nama Ekstasi, Nama lain Fantacy Pils, Inex

Kemudian jenis lain adalah Metamfetamin yang bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat, Disebut juga Shabu, SS, Ice

Zat adiktif adalah zat-zat yang bisa membuat ketagihan jika dikonsumsi secara rutin

Bahan adiktif berbahaya termasuk bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti Morfina atau Kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat, seperti:  Alkohol, Nikotin, Kafein, dan Zat Desainer

Alkohol yang mengandung Ethyl Etanol, Inhalen/Sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: Lem /Perekat, Aceton, Ether dan sebagainya

Ditulis oleh: dr. Setiyo Junianto






Jumat, 19 Juni 2015

Manfaat Buah Kurma untuk Kesehatan

Kurma adalah buah yang tumbuh dari pohon palem keluarga Arecaceae dari genusphoenix, Nama ilmiah kurma adalah dactylifera phoenix, Kurma diyakini berasal dari sekitar tepian sungai Nil dan Efrat.

Sekarang pohon kurma dibudidayakan secara luas di wilayah beriklim hangat di semua benua, termasuk di Afrika, Australia dan Amerika.

Buah Kurma segar memiliki daging berserat lembut dan rasanya manis, seperti campuran sirup gula dan madu.

Daging buah kurma berisi gula sederhana seperti fruktosa dan dekstrosa yang mudah dicerna dan cepat mengisi ulang energi tubuh, Karena karakteristiknya tersebut, maka kurma sangat cocok untuk mengawali berbuka puasa





Salah satu buah sajian selama bulan suci Ramadan adalah kurma, Rasa kurma yang manis alami dianggap cocok sebagai menu berbuka puasa sehingga dapat cepat membantu pemulihan energi.

Selain untuk berbuka, kurma juga baik dikonsumsi saat sahur. Selain dimakan secara utuh, cita rasanya yang enak membuat kurma juga cocok diolah menjadi kue maupun buah dalam es buah. 

Tak hanya rasa yang enak, kurma juga menyimpan banyak manfaat kesehatan, terutama dari kandungan seratnya yang kaya akan antioksidan serta mineral penting seperti potasium dan magnesium

Saat sedang berpuasa, kurma dapat menyediakan cukup gizi dengan kandungan rendah lemak bagi tubuh.

Mengonsumsi kurma secara rutin, bahkan saat tidak sedang berpuasa sekalipun, dapat membantu menurunkan risiko menderita berbagai penyakit kronis. 



Buah kurma, baik yang segar maupun yang sudah dikeringkan, memiliki berbagai manfaat sebagai berikut.



Manfaat Kandungan serat
Seperempat mangkuk berisikan kurma segar maupun kurma yang sudah dikeringkan setara dengan tiga gram serat.


Tiga gram serat sudah mencukupi kebutuhan serat harian pada pria dan wanita dewasa. Di dalam buah kurma, serat yang tersedia adalah jenis serat pectin yang larut.

Dengan mengonsumsinya secara teratur, maka risiko terkena diabetes dan tekanan darah tinggi akibat kadar kolesterol yang tinggi, dapat dihindari. Selain itu, rutin mengonsumsi serat juga dapat mencegah terjadinya obesitas, serangan stroke, penyakit jantung dan hipertensi. 

Manfaat Potasium
Memakan enam buah kurma akan memberikan tubuh manfaat 6 % potasium dari kebutuhan harian tubuh.

Potasium membawa manfaat mineral dan elektrolit bagi tubuh, dan memicu pengeluaran enzim yang penting bagi metabolisme tubuh dan bagi kontraksi otot jantung, otot-otot dalam organ serta otot-otot kerangka tubuh.

Jika tubuh sampai kekurangn potasium, maka tubuh berisiko mengalami osteoporosis, stroke, batu ginjal hingga tekanan darah tinggi.

Bagi Anda yang sering mengonsumsi makanan yang kaya kandungan sodium, dibutuhkan juga asupan potasium yang menyeimbanginya.

Dengan memakan kurma, maka keseimbangan di antara keduanya dapat dengan mudah dicapai.

Manfaat Magnesium
Pada setiap 42.6 gram buah kurma atau lima sampai enam buah kurma, terdapat 5.8 persen kandungan magnesium dari asupan harian yang dibutuhkan oleh wanita serta 4.5 persen kandungan magnesium dari asupan harian yang dibutuhkan oleh pria.

Tubuh membutuhkan magnesium untuk metabolisme tubuh yang menghasilkan energi dan untuk mengolah vitamin dan mineral lain yang akan mempertahankan kekuatan tulang dan gigi.

Saat tubuh kekurangan magnesium, maka risiko menderita diabetes, depresi, osteoporosis, hipertensi hingga penyakit jantung akan meningkat.

Kebutuhan akan magnesium juga akan meningkat pada wanita yang sedang hamil, atlet yang sedang menjalani latihan fisik yang berat serta mereka yang sedang dalam masa penyembuhan dari penyakit yang sudah berlangsung lama serta penyembuhan pasca operasi perlu banyak mengonsumsi kurma.

Manfaat Antioksidan
Jenis kurma seperti Fard, Khala dan Khasab mengandung kadar konsentrasi anthocyanins dan karotenoid yang tinggi. Keduanya merupakan jenis antioksidan yang penting bagi tubuh.

Selain itu, buah kurma juga mengandung antioksidan polyphenol yang baik bagi Anda yang sedang berdiet. 

Manfaat lain dari konsumsi rutin buah kurma yang kaya akan antioksidan ini adalah terhindarnya penyakit seperti diabetes, kanker, penyakit jantung dan masalah saraf yang di masa senja dapat mengakibatkan penyakit alzheimer’s.

Tambahkan kurma selama bulan puasa dan teruskan kebiasaan mengonsumsinya setelah melewati bulan Ramadan untuk manfaat kesehatan yang lebih maksimal dan menyeluruh. (PA)

Ditinjau oleh: dr. Rahajeng A.P



Marhaban Ya Ramadhan, 
Selamat menjalani Ibadah Puasa 1436H untuk seluruh Saudara Muslimku, 
Semoga keselamatan dan kesehatan selalu menghampiri yang membaca Artikel ini

Sumber Meet Doctor Dot Com