Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juli 2015

Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu



Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu dengan luas sekitar 171 Ha adalah salah satu objek wisata alam yang terletak di Provinsi Jawa Barat

Tempat wisata berupa pegunungan berapi yang masih aktif dengan ketinggian sekitar 2.084 M (dpl) dengan suhu rata-rata 17 derajat pada siang hari dan sekitar 2 derajat Celcius pada malam hari

Secara administratif lokasi wisata alam ini terletak di dua wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung Barat  dengan Kabupaten Subang

Objek wisata ini dapat diakses dari segala arah, kondisi jalan cukup baik, pada beberapa spot terdapat tikungan, tanjakan dan turunan yang cukup  berbahaya, diperlukan kehati-hatian bagi pengendara yang akan menuju tempat wisata

Lokasi wisata berjarak sekitar 30 Km disebelah Utara Kota Bandung, dapat ditempuh sekitar 30 menit dari pusat kota (dengan catatan tidak ada kemacetan lalu lintas)

Untuk pengendara roda dua dapat melalui jalan alternatif dengan jarak tempuh yang lebih singkat (melalui Dago dan Pagerwangi, melewati Pasar Lembang) tetapi jika khawatir tersesat jalan, sebaiknya menggunakan jalan regular saja






 Artikel lain yang menarik, Candi Cangkuang dan Kampung Pulo


Wisata Alam Tangkuban Parahu, mempunyai Empat Kawah, masing-masing kawah memiliki keunikan dan keindahan tersendiri (Kawah Ratu, Upas, Domas dan Kawah Baru)

Karena terbatasnya waktu, (Saya hanya diberi waktu sekitar 60 menit oleh Pemandu Wisata) , Saya hanya sempat melihat Kawah Ratu saja (Semoga pada kesempatan berikutnya Saya dapat mengunjungi dan melihat kawah yang lainnya)

Menurut Pemandu Wisata, Kawah Ratu merupakan kawah terbesar dan paling aman dibanding dengan tiga kawah lainnya

Bentuk kawah mirip dengan mangkok besar, kedalaman sekitar 500 Meter dengan lebar sekian kilometer (Sesuai yang dapat Saya kira saja)

Dari bibir kawah, walaupun tidak terlalu tajam aroma belerang dari dasar lembah sampai juga di indera penciumanku

Kawah ratu ini mudah dicapai karena lokasinya berdekatan dengan tempat parkir kendaraan

Dari sini para pengunjung dapat menikmati keindahan yang dimiliki oleh kawah ratu, nun jauh disana samar-samar dapat terlihat kota Subang




 
Tempat wisata ini buka setiap hari dari pukul 07.00 sd 17.00 Wib, dengan Tarif masuk untuk WNI  30K/Orang (hari libur) dan 20K (hari biasa) untuk WNA diberlakukan ticket masuk khusus

Terdapat Jasa Angkutan yang disediakan oleh Pengelola TWA untuk menuju ke Kawah Ratu dengan ongkos 7K PP per orang

Sepertinya pengunjung tidak diperbolehkan membawa kendaraan sendiri menuju ke lokasi kawah dan harus memarkir kendaraannya di area yang sudah disediakan oleh Pengelola TWA

Hal demikian dapat Saya mengerti, karena menyangkut keselamatan dan keamanan pengunjung itu sendiri

Jalanan yang dilalui berjarak sekitar 5 Km saja, tetapi kontur jalan yang berliku dengan tanjakan dan turunan yang curam, cukup berbahaya untuk dilewati, dan hanya pengemudi yang berpengalaman saja yang direkomendasikan oleh pengelola untuk membawa pengunjung ke Kawah Ratu




Informasi tambahan, Disini terdapat juga Area Permainan Out Bound dengan rupa-rupa permainan (tidak sempat Saya datangi) sepertinya sangat cocok untuk anak-anak usia 7 tahunan keatas

Oh iya, seperti di tempat wisata lain, disini terdapat juga Penjual makanan dan minuman, sehingga pengunjung tidak perlu membawa bekal dari rumah

Hari telah menjelang tengah hari ketika Saya beranjak meninggalkan tempat wisata untuk kembali ke Bandung, sambil berdoa semoga tidak macet di jalan




Senin, 20 Januari 2014

Wisata Religi, Masjid Qubah Emas Dian Al Mahri Depok

Pada bulan Romadhan 1434 yang lalu Saya mengunjungi Masjid Qubah Emas di Depok

Karena datang sendirian, Saya memilih menggunakan Angkutan Umum (Angkot) untuk mendatangi tempat ini, selain mudah dan praktis, juga murah biayanya

Dari Terminal Kampung Rambutan Saya naik Angkot Nomer 112 menuju ke Terminal kota Depok, dan dari sini Saya lanjutkan naik Angkot Nomer 3 jurusan ke Bojong Sari, ketika sampai dipertigaan “Parung Bingung” Saya turun, kemudian Saya menyeberangi jalan untuk berganti Angkot Nomer 102 jurusan ke Karang Tengah, Angkot yang terakhir ini melewati jalan Meruyung Raya

Jumlah biaya untuk 3 rute angkot yang Saya naiki tadi hanya 12K (per sekali jalan), dan 15 menit kemudian Saya sudah berada di Pintu Gerbang masuk ke kompleks Masjid Dian Al Mahri


Saya tiba menjelang Ashar, setelah ikutan sholat berjamaah, Saya mengelilingi area masjid untuk melihat-lihat dan mengambil photo untuk dokumentasi, kemudian Saya berbaur dengan pengunjung lain, dan ikutan ngabuburit menunggu tibanya waktu berbuka

Masjid Dian Al Mahri lebih popular dengan sebutan “Masjid Qubah Emas” Masjid ini dibangun dengan Arsitektur Islami, perpaduan yang serasi antara Qubah, Minaret, Kaligrafi, dan Hiasan Dekoratif

Penampakan sebuah karya arsitektur yang Anggun dan Mempesona, hanya satu kalimat untuk ungkapan keindahan yang dimiliki masjid ini "sejuk di mata dan damai di hati"



Sekilas Masjid Qubah Emas
Pembangunan masjid ini dimulai pada Tahun 1999, dan selesai pada Tahun 2006, diresmikan penggunaannya untuk umum pada 31 Desember 2006, bertepatan dengan pelaksanaan Sholat Idul Adha Tahun 1427 H

Pendiri Masjid Dian Al Mahri, adalah Bapak H Maimun Al Rasyid dan Ibu Hj Dian Juriah Maimun Al Rasyid, yang telah membelanjakan sebagian dari hartanya untuk pembangunan Masjid Qubah Emas ini

Masjid kebanggaan warga Depok ini beralamat di Jalan Meruyung Raya, Cinere, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat
Akses jalan untuk mendatangi masjid ini cukup baik dan bisa didatangi dari segala arah, baik dengan kendaraan sendiri maupun dengan Angkutan Umum



Kompleks Masjid Qubah Emas memiliki luas sekitar 70 Hektar, dibangun dengan konsep Islamic Center
Sebuah kawasan terpadu, yang tidak hanya digunakan sebagai tempat untuk Ibadah dan pengembangan syiar islam, tetapi dilengkapi pula dengan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya

Masjid dengan luas sekitar 8.000 M2 ini dapat menampung sekitar 15.000 jamaah, pada sekeliling banguan masjid terdapat beberapa bangunan lain, yang dipergunakan sebagai Tempat Tinggal, Gedung Serba Guna, Villa, Ruko, Dapur Umum, Tempat Parkir, dan Taman





Material emas yang terdapat pada masjid ini dapat dilihat pada,
- Mahkota pada Pilar Interior (Serbuk Emas)
- Tangga Mezanin, Kaligrafi pada langit-langit Qubah, Ornamen, dan Dekoratif diatas Mihrab (Gold Flating)
- Qubah dan Menara masjid (Gold Mozaik 24 Karat)

Pada masjid ini terdapat lima buah Qubah dan enam buah Menara, yang melambangkan jumlah bilangan Rukun Islam dan Rukun Iman

Didunia (hanya) terdapat tujuh buah masjid yang memiliki arsitektur Qubah Emas
- Masjid Qubbah As Sakrah di Palestin
- Masjid Al Askari di Irak
- Masjid Suneri di Lahore
- Masjid Sultan Singapura di Singapura
- Masjid Sultan Omar Ali Syaifuddin, di Brunei
- Masjid Bandar Sri Begawan, di Brunei
- Masjid Qubah Emas Dian Al Mahri di Indonesia



Informasi Lain
Selain untuk tempat ibadah, bagian lain pada Masjid ini dapat juga dipergunakan untuk penyelenggaraan Akad Nikah

Tersedia Gedung Serbaguna dengan kapasitas diatas 2000 orang, untuk penghelatan Resepsi Pernikahan, Tablik Akbar, dll

Tidak jauh dari lokasi masjid terdapat dua buah Villa yang memiliki sejumlah kamar yang dapat disewa untuk perorangan maupun rombongan


Sebelum kembali ke Jakarta, Saya menyempatkan diri untuk ikutan Berbuka Puasa, Sholat Maghrib, Isya, dan Taraweh di Masjid ini



Rabu, 06 November 2013

Pasar Terapung, Dulu, Sekarang, dan Nanti



Sekilas tentang Pasar Terapung
Pasar Terapung atau apapun nama lainnya, hampir bisa ditemukan di seluruh wilayah Indonesia, terutama pada kota-kota yang dilalui oleh sebuah sungai besar, bahkan pasar jenis ini bisa ditemukan juga dinegara lainnya di Asia seperti, Thailan, China, Filipina, dan Malaysia

Selamat Datang di Pasar Terapung

Sunset di Muara Sungai Kuin

Perkiraan terbentuknya Pasar Tradisional Terapung dalam konten tulisan ini lebih ditujukan kepada Pasar Tradisional Terapung yang terdapat di Kota Banjarmasin

Pasar Terapung terjadi secara alamiah, karena adanya beberapa kondisi setempat yang saling menunjang, seperti

-Tersedianya tempat (sungai) yang mudah didatangi
-Tersedianya perahu sebagai alat tranportasi utama  
-Adanya komoditi yang bisa diperdagangkan 
-Adanya Penjual, Pembeli, dan penggembira
-Ditempat itu belum tersedia sarana jalan atau jembatan yang memadai

Pasar Terapung secara harfiah bisa diartikan sebagai tempat bertemunya antara Penjual dan Pembeli pada suatu tempat (sungai), perahu atau sampan sebagai sarana transportasi utamanya

Pada suatu saat, jika ditempat itu telah tersedia jalan dan jembatan serta sarana pendukung lainnya, maka diperkirakan Pasar Tradisional Terapung akan hilang dengan sendirinya atau paling tidak akan bergeser lebih kehulu dari bagian sungai yang ditempatinya sekarang

Dengan kata lain keberadaan Pasar Terapung nantinya bakal tergerus secara alami oleh arus modernisasi

Bisa jadi, Pendapat diatas salah !  Mengapa?  

Seiring dengan berjalannya waktu, keberadaan “Pasar Terapung Tradisional” sangat dimungkinkan sekali akan berubah menjadi sebuah “Pasar Terapung (yang dikelola oleh) Pemerintah” artinya, dimungkinkan adanya campur tangan Pemerintah Daerah yang mengatur, menata, dan mengelola Pasar Terapung sebagai salah satu asset Wisata Daerah yang harus dilestarikan keberadaannya


Hak Cipta Pasar Terapung
Pasar Terapung pada awalnya adalah sebuah Pasar Tradisional biasa, bukanlah sebuah Objek Wisata, maka dari itu keberadaannya tidak bisa diklaim sebagai sebuah objek wisata milik daerah tertentu


Yang paling masuk diakal adalah adanya “kejelian” Pemerintah Daerah Banjarmasin dalam melihat potensi dan peluang keberadaan Pasar Tradisional ini untuk kemajuan dan perkembangan pariwisata di Kalimantan Selatan

Pasar Terapung memiliki nilai jual dan jika dipromosikan dengan baik, dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah

Dampak positip untuk daerah, Adanya aliran uang masuk (Devisa Daerah) berupa Perbelanjaan untuk Penerbangan, Hotel dan Penginapan, Alat Transportasi Lokal, serta Pembelian Barang untuk Souvenir dan Makanan

Hal yang perlu diperhatikan dalam berpromosi adalah,
"Tidak muluk"  Apa adanya sesuai dengan kenyataan (jangan melebih-lebihkan) agar pengunjung yang datang tidak kecewa, kemudian berpotensi menyebarkan berita yang kurang baik      


Lokasi Pasar Terapung
Ada tiga tempat Pasar Terapung yang dapat dikunjungi        
1. Pasar Terapung di Muara Sungai Kuin
2. Pasar Terapung di Desa Lok Baintan, dan
3. Pasar Terapung di Jalan Sungai Mesa
Tiga tempat tersebut, masing-masing mempunyai keunikan dan kelebihan tersendiri

Pasar Terapung yang berada di Muara Kuin hanya dapat didatangi dengan kendaraan air (Perahu Motor)


Kelebihannya, Pasar Terapung ini adalah yang tertua di Banjarmasin, letaknya berdekatan dengan tempat wisata lain seperti, Wisata Pulau Kembang, dan Wisata Syariah Masjid Sultan Suriansyah serta Pemakaman Keluarga Sultan Banjar

Pasar Terapung yang terletak di desa Lok Baintan dapat didatangi dengan Kendaraan Darat maupun Kendaraan Air,
Pengunjung biasanya lebih suka menggunakan kendaraan air, karena jalanan darat untuk menuju ke Desa Lok Baintan ini masih kurang baik


Kelebihannya, Disini masih bisa dilihat keberadaan dua buah jembatan gantung yang melintas diatas Sungai Martapura, jembatan model begini sudah mulai langka di Banjarmasin

Pasar Terapung yang ada di Jalan Sungai Mesa bisa didatangi dengan kendaraan apa saja, karena letaknya berada ditengah kota 
(Tempatnya berseberangan dengan Kantor Gubernur) tetapi Pasar Terapung ini hanya ada (dibuka) pada hari Minggu pagi saja


Kelebihannya, Tempatnya mudah dijangkau, biayanya relatif lebih murah (karena tidak perlu menyewa perahu motor), dan biasanya ditempat ini selalu ada pertunjukan gratis berupa Musik Dangdut dan Musik Panting

Perahu Motor (Klotok) yang dapat disewa untuk menuju ke Pasar Terapung bisa ditemukan dipusat kota, diseputaran Jembatan Antasari, Jembatan Merdeka, Jembatan Pasar Lama, dan Jembatan Banua Anyar, harga sewanya dari pusat kota relatif lebih mahal karena jaraknya ke Pasar Terapung lumayan jauh

Jembatan Gantung di Desa Sungai Lulut


Rute ke Pasar Terapung
Untuk menghemat biaya, sebaiknya menyewa perahu motor (Klotok) ditempat yang berdekatan dengan lokasi Pasar Terapung yang akan dituju

Harga sewa Perahu Klotok berkisar antara 200 sd 250K (pulang pergi), harga ini jauh lebih murah ketimbang menyewa perahu motornya dimulai dari pusat kota

Lain lagi ceriteranya, Jika Anda ingin menikmati pemandangan dipinggiran sungai atau ingin melihat rutinitas penduduk tepian Sungai Martapura pada pagi hari, Anda bisa mulai naik perahu motor dari pusat kota 

Ilustrasi 1, Jika Mau ke Pasar Terapung di Muara Sungai Kuin, Anda bisa datang dengan mobil atau motor ke ujung Jalan Kuin Utara, atau Jalan Kuin Selatan, atau ke ujung Jalan Belitung, kemudian dari sini mulai menyewa perahu motor (banyak terpampang baliho dan tulisan Persewaan perahu motor dipinggir jalan)   

Ilustrasi 2, Jika mau ke Pasar Terapung Lok Baintan, Anda bisa datang dengan mobil atau motor kepasar yang ada di Desa Sungai Lulut, dari sini mulai menyewa perahu motor, Pasar Desa Sungai Lulut dapat didatangi dari dua arah (dari Jl Pramuka atau dari Jalan Veteran)

Ilustrasi 3, Jika mau ke Pasar Terapung di Jalan Sungai Mesa, Anda bisa datang dengan mobil atau motor melalui ujung sebelah timur Jembatan Pasar Lama atau dari sisi timur Jembatan Merdeka


Tips lainnya
Sehari sebelum keberangkatan sebaiknya survey dulu ke tempat persewaan perahu motor, buat kesepakatan waktu dan harganya, kemudian catat nomer seluler operator perahu motornya, agar ada kepastian untuk mendapatkan perahu motor, karena pada hari Minggu dan Musim Liburan terkadang perahu motor yang ada, tidak mencukupi (Tidak direkomendasi untuk membayar DP)

Hari terbaik untuk melihat Pasar Terapung ini adalah pada Hari Minggu, sedangkan waktu terbaiknya antara pukul  05.30 sd 09.00


Jika cuaca tidak mendung atau hujan, Saya lebih suka hunting sunrise dilokasi ini, selebihnya adalah mencicipi jajanan tradisional yang banyak dijajakan, sambil menikmati riuhnya suasana pasar diatas sungai

Selamat berwisata, dan dapatkan pengalaman yang unik !