Tampilkan postingan dengan label Wisata Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Nasional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juli 2015

Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu



Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu dengan luas sekitar 171 Ha adalah salah satu objek wisata alam yang terletak di Provinsi Jawa Barat

Tempat wisata berupa pegunungan berapi yang masih aktif dengan ketinggian sekitar 2.084 M (dpl) dengan suhu rata-rata 17 derajat pada siang hari dan sekitar 2 derajat Celcius pada malam hari

Secara administratif lokasi wisata alam ini terletak di dua wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung Barat  dengan Kabupaten Subang

Objek wisata ini dapat diakses dari segala arah, kondisi jalan cukup baik, pada beberapa spot terdapat tikungan, tanjakan dan turunan yang cukup  berbahaya, diperlukan kehati-hatian bagi pengendara yang akan menuju tempat wisata

Lokasi wisata berjarak sekitar 30 Km disebelah Utara Kota Bandung, dapat ditempuh sekitar 30 menit dari pusat kota (dengan catatan tidak ada kemacetan lalu lintas)

Untuk pengendara roda dua dapat melalui jalan alternatif dengan jarak tempuh yang lebih singkat (melalui Dago dan Pagerwangi, melewati Pasar Lembang) tetapi jika khawatir tersesat jalan, sebaiknya menggunakan jalan regular saja






 Artikel lain yang menarik, Candi Cangkuang dan Kampung Pulo


Wisata Alam Tangkuban Parahu, mempunyai Empat Kawah, masing-masing kawah memiliki keunikan dan keindahan tersendiri (Kawah Ratu, Upas, Domas dan Kawah Baru)

Karena terbatasnya waktu, (Saya hanya diberi waktu sekitar 60 menit oleh Pemandu Wisata) , Saya hanya sempat melihat Kawah Ratu saja (Semoga pada kesempatan berikutnya Saya dapat mengunjungi dan melihat kawah yang lainnya)

Menurut Pemandu Wisata, Kawah Ratu merupakan kawah terbesar dan paling aman dibanding dengan tiga kawah lainnya

Bentuk kawah mirip dengan mangkok besar, kedalaman sekitar 500 Meter dengan lebar sekian kilometer (Sesuai yang dapat Saya kira saja)

Dari bibir kawah, walaupun tidak terlalu tajam aroma belerang dari dasar lembah sampai juga di indera penciumanku

Kawah ratu ini mudah dicapai karena lokasinya berdekatan dengan tempat parkir kendaraan

Dari sini para pengunjung dapat menikmati keindahan yang dimiliki oleh kawah ratu, nun jauh disana samar-samar dapat terlihat kota Subang




 
Tempat wisata ini buka setiap hari dari pukul 07.00 sd 17.00 Wib, dengan Tarif masuk untuk WNI  30K/Orang (hari libur) dan 20K (hari biasa) untuk WNA diberlakukan ticket masuk khusus

Terdapat Jasa Angkutan yang disediakan oleh Pengelola TWA untuk menuju ke Kawah Ratu dengan ongkos 7K PP per orang

Sepertinya pengunjung tidak diperbolehkan membawa kendaraan sendiri menuju ke lokasi kawah dan harus memarkir kendaraannya di area yang sudah disediakan oleh Pengelola TWA

Hal demikian dapat Saya mengerti, karena menyangkut keselamatan dan keamanan pengunjung itu sendiri

Jalanan yang dilalui berjarak sekitar 5 Km saja, tetapi kontur jalan yang berliku dengan tanjakan dan turunan yang curam, cukup berbahaya untuk dilewati, dan hanya pengemudi yang berpengalaman saja yang direkomendasikan oleh pengelola untuk membawa pengunjung ke Kawah Ratu




Informasi tambahan, Disini terdapat juga Area Permainan Out Bound dengan rupa-rupa permainan (tidak sempat Saya datangi) sepertinya sangat cocok untuk anak-anak usia 7 tahunan keatas

Oh iya, seperti di tempat wisata lain, disini terdapat juga Penjual makanan dan minuman, sehingga pengunjung tidak perlu membawa bekal dari rumah

Hari telah menjelang tengah hari ketika Saya beranjak meninggalkan tempat wisata untuk kembali ke Bandung, sambil berdoa semoga tidak macet di jalan




Jumat, 19 Juli 2013

Prambanan, Situs sejarah yang mengagumkan

Gugusan puluhan bangunan candi ini lebih dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan Candi Prambanan

Karena candi ini terletak di daerah Prambanan, sekitar 17 Km disebelah timur Jogyakarta

Candi Prambanan ini, biasa juga disebut dengan Candi Loro Jonggrang 

Kenapa?

Karena si Pemilik nama ini adalah seorang puteri cantik yang jonggrang (jangkung) anak dari Ratu Boko 

Dalam legenda setempat, Beliau adalah seorang puteri yang dikutuk menjadi batu oleh Bandung Bondowoso 

Baca juga, Legenda Puteri Loro Jonggrang


Usai melaksanakan sholat Jumat di Masjid Raya Al Muttaquun,  ketika itu matahari sedang tidak bersahabat

Perjalanan Saya dari Solo menuju Jogyakarta jaraknya tinggal belasan kilometer saja, karena cuaca yang terik dan berdebu, maka Saya menunda perjalanan, dan menunggu agak sore sedikit, biar cuacanya lebih teduh

Lalu, Saya mau ngapain sekian jam kedepan?

Tiduran di Masjid?  Nggak lah

Kebetulan Masjid Al Muttaquun ini lokasinya berseberangan jalan dengan Candi Prambanan, Pilihan Saya waktu itu adalah, Masuk dan melihat-lihat Candi Prambanan, tentunya setelah makan siang dulu

Usai makan siang, beberapa menit kemudian Saya sudah berada diantrean pembelian tiket masuk

Ada dua pilihan harga tiket masuk, Masuk ke Prambanan saja 30K, atau Paket Candi Prambanan + Candi Ratu Boko, 45K

Saya memilih 45K
Alasan Saya, jika beli tiketnya terpisah hitungannya lebih mahal, belum lagi kemungkinan tersesat karena tidak tahu arah yang akan dituju




Saya mau berceritera Candi Prambanan dulu, (Candi Ratu Boko, Saya tulis tersendiri, terlalu panjang jika ditulis menjadi satu)

Jalan masuk menuju Candi Prambanan kurang lebih 100 M dari pintu masuk utama, setelah dipinjami sarung batik warna putih (kata petugasnya sih, sebagai syarat untuk masuk kompleks candi)
Saya sih, iya-iya saja, ikuti aturan main, lagian gratis ini  

Pada waktu Saya berada disini, banyak pengunjung yang datang, baik orang setempat, pendatang, maupun turis dari manca negara

Dari sekian banyak candi yang terdapat disitu, Saya memilih untuk masuk ke bangunan candi yang paling besar, belakangan Saya baru tahu bahwa nama candi tersebut adalah Candi Siwa



Candi ini merupakan bangunan terbesar di kompleks itu dan sepertinya candi ini punya peranan penting dan khusus bagi pemeluk hindu, karena didalamnya terdapat arca Siwa Mahadewa



Sebelum memasuki area candi, kepada Saya dan pengunjung lain dipinjami sebuah Helem Proyek, gunanya untuk melindungi kepala dari kemungkinan jatuhan batu

Ketika itu Candi Prambanan ini masih dalam tahap renovasi, banyak bebatuan yang rusak dan bergeser dari tempatnya, karena gempa Merapi beberapa waktu yang lalu

Setelah hampir dua jam berkeliling, Saya mulai lelah, belum semua bangunan candi dapat Saya masuki dan Saya lihat

Menurut mata awam Saya, bangunan dan bentuk candi antara satu dan lainnya hampir sama saja, bedanya hanya pada tinggi bangunan, dan ukuran besar atau kecilnya saja

Padahal didalam kompleks percandian tersebut terdapat Sembilan bangunan Candi yang punya fungsi dan namanya masing-masing seperti, Candi Siwa, Candi Brahma, Candi Wisnu, Candi Nandi, Candi Angsa, Candi Garuda, Candi Apit, Candi Kelir, dan Candi Sudut


Sekilas tentang Candi Prambanan
Gugusan percandian ini dibangun pada abad ke 9, oleh raja-raja Dinasty Sanjaya

Ditemukannya tulisan nama Pikatan, menimbulkan pendapat bahwa candi ini mulai dibangun oleh Rakai Pikatan, kemudian diselesaikan oleh penerusnya Rakai Balitung

Sebuah Prasasti Siwargraha bertahun 856 Masehi, menceriterakan saat itu telah terjadi perpindahan pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno kekawasan Jawa Timur, akibatnya kawasan candi ini ditinggalkan dan tidak terawat

Kondisi alam, seperti meletusnya Gunung Merapi dan gempa yang ditimbulkannya menyebabkan bangunan candi ini runtuh, dan tinggal puing, dan sebagian besar bangunan candi terkubur didalam tanah

Penemuan kembali situs ini dan pemugaran yang dilakukan oleh pemerintah kolonial pada waktu itu berjalan sangat lamban, setelah masa kemerdekaan pemugaran candi dilakukan oleh Pemerintah Indonesia

Hasilnya, pada 20 Desember 1953, Pemugaran Candi Induk Loro Jonggrang diresmikan dan selesai dipugar oleh Presiden RI pertama Ir Soekarno

Pemugaran candi masih berlanjut, Candi Brahma tahun 1977, dan selesai tahun 1987, Candi Wisnu, dipugar tahun 1982, dan selesai dan diresmikan oleh Presiden RI kedua Soeharto pada 27 April 1991




Hari telah menjelang sore, dan Saya pun mengakhiri kunjungan di Candi Prambanan ini, kemudian bersiap untuk melihat Candi Ratu Boko (Jaraknya, sekitar 3 Km dari Candi Prambanan)

Artikel lain mengenai candi,  Candi Ratu Boko



Jumat, 01 Maret 2013

KALI CODE

Kali Code? sebuah Kali yang tidak terlalu lebar dan dalam, sebagian besar airnya bersumber dari gunung Merapi yang kemudian mengalir melintasi kota Jogyakarta

Kali Code saat ini telah menjadi salah satu dari objek wisata yang murah dan meriah tetapi punya keunikan yang tidak dimiliki oleh objek wisata lainnya

Dibeberapa spot bantaran kali ini, jika hari menjelang sore, lebih2 pada malam hari (bila tidak hujan) terlihat selalu ramai dikunjugi oleh warga Jogya, tentunya ada juga diantaranya wisatawan nasional maupun asing




Tempat yang paling banyak didatangi oleh warga setempat, adalah tratoar yang terdapat pada sisi jembatan2 yang melintasi Kali, atau jalan2 tertentu yang pada sebelah sisinya dilalui oleh sungai tersebut

Sambil menikmati secangkir teh atau kopi panas yang dapat dipesan dari beberapa warung yang berjualan disekitar jembatan tersebut, banyak warga setempat maupun pendatang yang menghabiskan waktu luangnya bersama keluarga di kawasan Kali Code ini

Banyak dari para pengunjung, apalagi pengunjung yang datang dari luar Jogyakarta belum mengetahui,  mengapa Kali Code, yang pada awalnya hanyalah sebuah kali yang biasa-biasa saja, kemudian menjadi "sesuatu" untuk orang banyak? 

Bermula dari kepedulian seorang budayawan setempat, yang bernama Y.B. Mangunwijaya atau yang lebih dikenal dengan Romo Mangun
Keprihatinan beliau melihat kondisi Kali Code (waktu itu) yang kotor dan tidak tertata dgn baik, membuat Romo Mangun tergerak hatinya untuk mengajak masyarakat sekitar kali untuk tidak membuang sampah kekali dan juga memberi petunjuk kepada warga, bagaimana seharusnya membangun pemukiman yang baik dan murah, tetapi juga sekaligus memiliki keindahan, kenyamanan serta keamanan

Seiring dgn berjalannya waktu, usaha Beliau ini sedikit demi sedikit akhirnya membuahkan hasil, Kali Code (saat ini) telah menjadi sebuah objek wisata alternatif di Jogyakarta



Sepeninggal Beliau, gerakan agar Kali Code tetap asri, bersih dan indah, kemudian diteruskan oleh orang2 yang peduli terhadap lingkungan dgn membangun beberapa kampung percontohan, seperti Badran, Tungkak, Kricak, dan Sidomulyo, bahkan dukungan dari Pemerintah Kota Jogyakarta sendiri sangat besar dalam Program Pemberdayaan Kali Code ini


Kamis, 23 Agustus 2012

Pantai Takisung, Kalimantan Selatan

Awal Juli 2012 yang lalu, Saya punya kesempatan lagi untuk berkunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Takisung

Banyak kemajuan dan perubahan yang Saya jumpai ditempat wisata ini, selain bertambahnya pengunjung yang datang dari kota terdekat

Terlihat adanya tambahan fasilitas umum yang dibangun oleh pemerintah setempat, untuk memberikan kemudahkan dan memanjakan pengunjung yang datang, seperti tempat parkir mobil dan motor yang luas, tempat mandi untuk membasuh badan dari air asin, dan bangunan mushola untuk pengunjung yang memerlukannya


Pantai Takisung



Wisata Alam Pantai Takisung terletak disebelah selatan Pulau Kalimantan, berhadapan langsung dengan Laut Jawa, lokasi persisnya berada di Kabupaten Tanah Laut dengan ibukotanya Pleihari

Jarak tempuh dari kota Banjarmasin sekitar 83 Km, kondisi jalan menuju kesini umumnya baik, dan pada beberapa titik masih dijumpai jalan yang berlubang

Yang terasa unik setelah keluar dari kota Pleihari memasuki jalan ke Pantai Takisung adalah banyaknya jembatan kecil (ada sekitar 25 buah jembatan) yang menghubungkan saluran irigasi dan sungai kecil disamping kanan dan kiri jalan tersebut


Pantai Takisung-1

Pantai Takisung-2

Kondisi tempat wisata, berupa pantai landai berpasir dengan warna kecoklatan, membujur dari barat ke timur sepanjang dua Kilometer,  

Perairan disini pada umumnya dangkal dan cukup aman untuk pengunjung, Warna Air laut tidak terlalu jernih, (keruh kecoklatan), karena pengaruh aliran lumpur yang terbawa arus dari beberapa sungai yang banyak terdapat disitu


Pada sisi sebelah timur dari Pantai Takisung ini terdapat Pantai Batakan, sebuah Tempat wisata Alam sejenis, karena jarak tempuhnya cukup jauh, maka pengunjung lebih suka datang ke Pantai Takisung

Pengunjung yang ingin berenang dapat menyewa perahu karet yang banyak dijajakan, tersedia juga Banana Boat dengan kapasitas lima atau enam orang

Banyak terdapat warung kecil yang menjual makanan dan minuman serta warung survenir untuk oleh-oleh


Warung tradisional-1

Warung tradisional- 2

Untuk pengunjung yang tidak ingin berenang, dapat menyewa salah satu tenda yang terdapat disepanjang garis pantai untuk berlindung dari terik matahari atau hujan, bila  membawa tenda sendiri, dapat mendirikannya disekitar pantai

Disini tersedia juga penginapan kelas melati dengan jumlah kamar yang terbatas, pengunjung yang datang umumnya datang pagi kemudian pulang sore harinya, jarang yang menggunakan penginapan ini  

Hotel dan Penginapan lain yang terdekat, dapat dijumpai di kota Pleihari, sekitar 22 Km dari tempat wisata ini


Kerang Lokal-1

Kerang Lokal-2

Kerang Lokal-3

Tempat wisata ini bila dikelola dengan baik tidak berbeda jauh kondisinya dengan Pantai Kuta atau Pantai Jimbaran di Bali

Kelebihan tempat wisata ini dibandingkan dengan pantai kuta adalah adanya bangunan mushola yang didirikan ditepi pantai, sangat membantu jika ada pengunjung yang memerlukannya

Kekurangannya adalah banyaknya sampah yang dibuang tidak pada tempatnya, Warna air laut yang tidak jernih, serta ombak yang relatif kecil, sehingga tidak mendukung untuk pengunjung yang mempunyai hobi surfing


Mushola mungil dan bersih

Keberadaan sebuah Mushola ditempat ini adalah satu langkah maju dari pemerintah setempat yang tidak pernah Saya temukan ditempat wisata pantai pada daerah lain

Mengingat pengunjung yang berdatangan tidak hanya ingin sekedar rekreasi saja tetapi butuh juga tersedianya tempat dan kesempatan bagi warga muslim untuk tidak meninggalkan ibadah sholat 



Senin, 23 Mei 2011

Wisata Nasional

Tempat Wisata di Pulau Bangka-Belitung

Sebelum Novel Laskar Pelangi diluncurkan dan dibandingkan dengan hari ini, terdapat peningkatan kunjungan wisata untuk berlibur hingga 800% 

Sebuah angka yang fantastis, mengingat hanya dengan sebuah film yang menggambarkan betapa indahnya pulau bangka belitung ini

Bahkan ada agen wisata yang menamai perjalanannya dengan nama tur Laskar Pelangi, Tur itu mengunjungi sejumlah tempat sesuai alur cerita novel karya Andrea Hirata


Sang penulis novel Laskar Pelangi Andrea, kelahiran Belitung yang menulis novel berlatar lingkungan masa kecilnya itu, juga rajin mempromosikan Bangka-Belitung sebagai tempat tujuan wisata 

Setidaknya ada 9 tujuan liburan yang menarik di kampung Desa Linggang, tempat dia besar dulunya



Pada Juni hingga Juli, lanjutnya, di Desa Linggang ada Festival Laskar Pelangi yang berlangsung satu bulan penuh saat musim libur 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat mengungkapkan kepulauan Belitung terbagi dua yaitu Belitung Barat dan Belitung Timur, ”Tuan rumah Laskar Pelangi ada di wilayah Belitung Timur,” katanya.


Delapan tujuan wisata lainnya di Desa Linggang adalah sekolah Laskar Pelangi, Rumah Puisi, Bendungan Pice, Warung Kopi Fatimah khas Melayu, Warung Kopi Akiong, Warung Kopi Aitam, Pasar Rakyat Laskar Pelangi dan Pasar Lama


Situs internet Belitung island yang pengunjungnya antara 5.000 dan 6.000 orang, melonjak naik antara 15.000-20.000 pengunjung, serta grafik peningkatannya selalu meningkat setelah film Laskar Pelangi beredar.


Andrea Hirata dan Laskar Pelangi yang telah membuat Bangka-Belitung sebagai salah satu favorit tujuan wisata juga diakui pemerintah daerah setempat 

”Andrea Hirata sudah jadi ikon Bangka-Belitung,” kata Yan Megawandi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi tersebut. 

Dia mengemukakan, Desa Linggang akan menjadi tempat wisata sastra di Indonesia 

”Nama jalan-jalannya akan menggunakan nama para pujangga terkenal di indonesia dan nama jalan desanya adalah Laskar Pelangi,” kata Yan


Sungguh ajaib sebuah perjuangan untuk mempopulerkan tanah kelahiran dari seorang Andrea, hingga menjadikan Bangka-Belitung menggunakannya sekarang menjadi ikon pariwisata dan menamai jalan laskar pelangi akibat jasanya. 

(Sumber TDW Club)

Selasa, 15 Maret 2011

Wisata Domestik Indonesia

Taman Nasional Komodo

Oleh Amril Taufik Gobel





Kehadiran Taman Nasional Komodo yang menjadi salah satu nominator kompetisi voting populer “New 7 Wonder” saat ini cukup mengundang daya tarik. Kontroversi yang menyertai ajang tersebut tentu sama sekali tidak berpengaruh pada upaya-upaya intensif untuk terus menjaga kelestarian taman yang pada 1986 ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan dunia

Taman Nasional Komodo terletak antara Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur ini mencakup tiga pulau besar yaitu  Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil dengan wilayah darat seluas 603 km² dan wilayah total adalah 1817 km².

Secara administratif kawasan ini terletak di dalam wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur. 

Taman Nasional yang ditetapkan sebagai kawasan pelestarian hutan oleh menteri Kehutanan dengan luas 132.572 Ha ini pada awalnya dibentuk dengan tujuan melestarikan spesies komodo atau kadal raksasa  yang unik dan langka

Komodo yang dikenal dengan nama ilmiah Varanus komodoensis adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Oleh penduduk setempat, komodo kerap disebut Ora

Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. 

Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.  

Komodo ditemukan pada 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. 

Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional didirikan untuk melindungi mereka

Sebenarnya daya tarik Taman Nasional Komodo tidak semata-mata oleh kehadiran Komodo belaka. Seperti yang saya kutip dari situs resmi Kementerian Kehutanan yang mengelola situs Taman Nasional Komodo ini, panorama savana dan pemandangan bawah laut merupakan daya tarik pendukung yang potensial.

Wisata bahari misalnya, memancing, snorkeling, diving, kano, bersampan. Sedangkan di daratan, potensi wisata alam yang bisa dilakukan adalah pengamatan satwa, hiking, dan camping.

Mengunjungi Taman Nasional Komodo dan menikmati pemandangan alam yang sangat menawan merupakan pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan.

Beberapa lokasi yang menarik untuk dikunjungi antara lain:

1. Loh Liang
Merupakan daerah konsesi wisata yang dikelola oleh PT. Putri Naga Komodo (PT. PNK). Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain pengamatan satwa komodo, rusa, babi hutan, pengamatan burung, bermain kano dll

2. Pantai Merah
Merupakan pantai dangkal yang indah dengan terumbu karang yang menawan. Aktivitas yang biasa dilakukan oleh turis yang berkunjung adalah snorkeling atau  mandi matahari
 
3. Loh Sebita
Loh Sebita merupakan daerah mangrove dan aktivitas yang cukup menarik untuk dilakukan adalah pengamatan burung serta trekking

4. Loh Buaya
Merupakan daerah konsesi wisata yang dielola oleh PT. Putri Naga Komodo (PT. PNK). Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain pengamatan satwa komodo, rusa, kerbau, burung, monyet ekor panjang, kuda liar, pengamatan burung, bermain kano, dll.

5. Pulau Kalong

Aktivitas yang dapat dikunjungi antara lain pengamatan koloni kelelawar dalam jumlah yang cukup besar. Pengamatan paling menarik dilakukan pada saat sore hari dimana kelelawar mulai keluar untuk mencari makan

6. Golo Kode
Dari puncak bukit yang dikenal dengan Golo Kode, pengunjung dapat menyaksikan panorama dan bentang alam yang cukup fantastik karena keterwakilan berbagai tipe ekosistem dapat disaksikan dari tempat ini.

7. Selat Molo
Selat yang memiliki arus deras seperti air sungai yang mengalir pada saat pasang

Terdapat 36 situs penyelaman di dalam kawasan TN. Komodo. Yang sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara untuk menyelam dan snorkeling yakni: Pulau Tatawa, Pantai Merah, Gililawa Laut, Loh Dasami, Pillar Steen, Batu Bolong dan Taka Makasar

Untuk mencapai tempat ini bisa dilakukan lewat jalan Lewat darat melalui Bali - Mataram (P. Lombok) – Bima - Sape (P. Sumbawa), kemudian diteruskan dengan perjalanan menggunakan kapal feri setiap hari menuju Labuan Bajo

Dari Labuan Bajo pengunjung dapat berkunjung ke Taman Nasional Komodo menggunakan kapal boat atau speedboat. 


Alternatif lain adalah melalui udara, pengunjung dapat menggunakan transportasi udara dari Bali (Denpasar) menuju Labuan Bajo setiap hari dengan maskapai penerpangan yang ada diantaranya; Indonesian Air Transport (IAT), Merpati, dan Trigana Air 


Sumber, Yahoo co id