Kamis, 30 Mei 2013

Pesona Pantai Lamaru, Balikpapan



Pada bulan lalu, dalam perjalanan dari Samarinda menuju ke Balikpapan, ketika sampai dipertigaan jalan antara Samboja dan Balikpapan, Saya singgah untuk mengisi bahan bakar dan menunaikan sholat dzuhur di SPBU yang terdapat disitu

Sambil minum kopi  dikantin SPBU, Saya bertanya kepada Bapak penjaga kantin

“Jika Saya mau ke Balikpapan lewat Samboja, jalan yang mau dilewati kondisi gimana Pak?”

“Kondisi jalan lumayan baik Pak, cuma jarak tempuhnya lebih jauh sekitar 15Km, kendaraan yang lewat agak sepi, Bapak bisa lebih cepat sampai ke Balikpapan” Jelas Beliau

“Terimakasih untuk informasinya Pak”Sahutku sambil membayar harga minuman

Kemudian mesin kendaraan Saya nyalakan, dan Saya memutuskan untuk menempuh jarak yang lebih panjang untuk masuk ke Balikpapan melalui Samboja

Pertimbangan Saya sederhana saja, Lalu lalang kendaraan tidak padat, pastinya lebih aman untuk berkendara dan lebih cepat sampai ketujuan
Hal lain lagi adalah, karena diantara dua kota ini terdapat dua tempat objek wisata, yaitu Wisata Borneo Life (Penangkaran Buaya) dan Wisata Pantai Lamaru, keduanya sudah lama tidak Saya datangi

Ketika memasuki Desa Teritip, hari sudah menjelang siang, Saya memilih untuk singgah di Pantai Lamaru saja  


 


Pantai Lamaru, adalah salah satu objek wisata alam yang terdapat di kota Balikpapan, Kalimantan Timur

Terletak di Desa Teritip yang berjarak sekitar 24 Km ke sebelah timur dari kota Balikpapan

Keadaan jalan dan jembatan menuju tempat wisata ini umumnya baik dan dapat didatangi dengan kendaraan sekitar 30 menit dari pusat kota 

Setelah membayar tiket masuk untuk orang dan kendaraan sebesar 25ribu, Saya masuk ke Pantai Lamaru
Harga tiket masuk ini menurut Saya, lumayan mahal jika hanya untuk masuk kesebuah objek wisata pantai saja, tanpa adanya fasilitas hiburan tambahan lain

Oke lah, masalah harga tidak masalah,  hitung-hitung membantu pihak pengelola, untuk dapat menata tempat wisata ini menjadi lebih baik lagi kedepannya





Kondisi tempat wisata, berupa pantai berpasir dengan warna pasir putih abu-abu, pada bibir pantai terdapat beberapa pohon besar yang sengaja ditanam dengan teratur, menciptakan suasana menjadi teduh dan adem

Karena teduh dan rindang, pengunjung tidak perlu mendirikan atau menyewa kemah, cukup menggelar tikar saja untuk lesehan bersama (kecuali bila sedang hujan)



Tempat wisata ini berhadapan dengan Selat Sulawesi, air laut terlihat biru muda jernih, laut tenang berombak kecil, angin tidak terlalu kencang, cukup aman bagi pengunjung yang berminat untuk berenang atau naik Banana Boat ataupun hanya sekedar berjalan dibibir pantai sambil mengumpulkan kerang kecil yang banyak terdapat disitu

Oh iya, menurut keterangan petugas security, pada bulan-bulan tertentu ombak dan angin laut lumayan besar, kurang nyaman dan tidak aman untuk pengunjung 

Pikiran Saya sempat melayang sejenak, membayangkan tempat wisata sejenis yang ada di “banua” (Pantai Takisung di Kalimantan Selatan)
Sepertinya pengelola Pantai Takisung di Kalimantan Selatan sekali waktu perlu melakukan study banding ke Pantai Lamaru ini

Sambil menikmati segarnya es kelapa muda, sempat Saya amati beberapa kelebihan yang dimiliki oleh tempat wisata ini

Wisata Pantai Lamaru terlihat asri, teduh, bersih dan luas (jauh lebih bersih dari pada Pantai Kuta di Bali)




Tempat parkir mobil dan motor disetting ditengah area wisata, tentunya ada pendapatan tambahan yang bisa ditarik dari biaya parkir kendaraan yang masuk kelokasi wisata

Penjual makanan dan minuman disatukan tempatnya pada beberapa bangunan besar yang sengaja dibangun untuk itu, dengan sendirinya sampah dan limbah basah terkonsentrasi pada satu tempat saja




Tidak tampak keberadaan pedagang asongan, kecuali untuk persewaan Alat renang (ban dll), Banana Boat,  dan penjual layang-layang,

Tempat wisata ini sepertinya dimanage secara professional oleh pengelolanya, selain adanya security intern, terdapat juga petugas kepolisian pada beberapa tempat tertentu 

Pantai Lamaru !  Suatu waktu Saya akan datang lagi berkunjung kesini, pada waktu dan suasana yang berbeda


Setelah hampir dua Jam Saya menghabiskan waktu disini, kemudian Saya meninggalkan Pantai Lamaru untuk melanjutkan perjalanan menuju Balikpapan 



Posting Komentar