Sabtu, 08 Desember 2012

Perjalanan (3) Mekah Al Mukaromah

Umratan, Omra, atau lebih dikenal di Negara kita dgn Umroh,  Adalah kunjungan warga muslim ke Baitullah di Mekah untuk melaksanakan ibadah keagamaan menurut tata cara yang telah ditentukan, dan dapat dilakukan kapan saja disepanjang tahun kecuali pada hari arafah dan hari tasyriq (bagi orang yang ber haji)

Selain pengalaman spiritual yang tidak bisa Saya tuliskan secara detail disini, terdapat juga beberapa pengalaman lain yang Saya alami dalam melaksanakan ibadah Umroh tersebut

Saya berbagi kepada pembaca, dgn harapan pengalaman ini nantinya dapat menjadi sedikit pembelajaran dan pencerahan




Mekah Al Mukaromah
Hari berikutnya, selepas sholat jum’at (16 Maret 2012), Saya sudah berada didalam bus yang akan membawa rombongan menuju ke Mekah, jarak tempuh Madinah ke Mekah kurang lebih 425 Km, atau sekitar 6 jam perjalanan

Sebelum sampai di Mekah, rombongan singgah dulu di Beer Ali untuk mengambil Miqat yang pertama
Disini Saya mulai mengenakan pakaian Ihram sebagai syarat wajib untuk setiap warga muslim yang akan mengunjungi Masjid Al Haram untuk melaksanakan ibadah umrah atau haji

Tiba di Mekah sekitar pukul 20.00, setelah menyimpan barang, dan menyelesaikan makan malam di hotel, kami segera menuju ke Masjid Al Haram untuk melaksanakan ritual keagamaan

Ini adalah pengalaman Saya yang pertama, berhadapan dan melihat dgn mata kepala sendiri, bahkan dapat menyentuhkan kedua belah telapak tangan ini ke dinding Baitullah yang agung


Masjid Al Haram Tahun 2012

Kota Mekah Tahun 2012

Rencana Masjid Al Haram tahun 2020

Pada momen ini, ada perasaan senang dan terharu berbaur didalam hati ini, dan tanpa Saya sadari ada air mata yang meleleh membasahi pipi

Senang, karena Selama ini Baitullah hanya dapat Saya lihat dari photo maupun lewat tayangan TV saja, sekarang, Alhamdulillah, Saya telah berdiri disalah satu sisinya

Terharu, karena tidak semua warga muslim mendapat kesempatan dan kesehatan serta kelapangan rejeki untuk bisa mengunjungi Baitullah ini


Sambil berpegangan didinding Baitullah yang agung ini, Saya memanjatkan do'a, semoga sanak keluarga dan warga muslim yang belum pernah kesini, diberikan kesehatan dan kemudahan rejeki, untuk bisa datang dan melihat Baitullah sebelum menutup mata, Amien 

Saya kemudian beranjak pelan meninggalkan Baitullah untuk melanjutkan ritual ibadah lainnya, Ya Allah, Ya Rabb, Semoga pelaksanaan Ibadah Umroh ini mabrur

Jamaah sedang melaksanakan Thowaf

Sisi lain Baitullah

Saya dan Ibu Mertua

Selain menjalankan ritual keagamaan, Saya dan rombongan berkesempatan juga mengunjungi beberapa tempat seperti Masjid Tan’im, Masjid Ji’ranah, Masjid Hudaibiah, Museum Ka’bah, dan Peternakan Unta

Dibanding cuaca di Madinah, Udara di Mekah terasa lebih panas, berdebu, dan berangin,  bibir dan telapak kaki mulai mengering, pecah-pecah dan terkelupas

Disini, jamaah sebaiknya mengurangi kegiatan yang tidak perlu, dan jika ada kesempatan, lebih baik digunakan untuk istirahat di hotel, sangat dianjurkan untuk memperbanyak minum air dan memakan buah

Halaman luar Masjid Al Haram-1
                                
Halaman luar Masjid Al Haram-2

Halaman luar Masjid Al Haram-3

Di Mekah ini ada juga Pedagang Kaki Lima, malahan disini terlihat lebih banyak dibanding di Madinah, harga barang yang dijual tidak beda jauh dgn harga di Madinah Persamaan diantara mereka adalah mau menerima mata uang rupiah ketika kita berbelanja

Berbelanja dgn mata uang rupiah, sepertinya dapat lebih menghemat pengeluaran, karena jika kita menukarkan uang rupiah di Money Changer, nilai tukar 1 real dihitung sebesar Rp.2.700, sementara jika kita membayar belanjaan kepada pedagang dgn mata uang rupiah, nilai kursnya dihitung Rp.2.500 per 1 real

Belanjalah secukupnya saja, dan pilih barang yang kecil dan ringan bobotnya, jangan sampai melampaui berat bagasi yang diperbolehkan, Karena setiap kelebihan bagasi akan di kenakan biaya oleh perusahaan penerbangan (bersambung)

Artikel sejenis,  Madinah Al Munawarah




Poskan Komentar