Minggu, 19 Februari 2012

Monyet langka di Kalimantan


Satu spesies monyet yang semula diduga telah punah ditemukan kembali di hutan hujan Kalimantan oleh sebuah tim ilmuwan dalam sebuah ekspedisi terbaru.(Daily Mail)

FREE photo hosting by Host Pic.Org - Best Free Image/Picture Hosting


PRIMATA YANG HAMPIR PUNAH  ?
Baru-baru ini, Tim ilmuwan internasional telah menemukan salah satu primata paling langka di Kalimantan, yaitu Langur Miller beruban (Presbytis Hosei Canicrus), Spesies primata ini diyakini telah punah tahun 2004 lalu 

Temuan tim, yang diterbitkan dalam American Journal of Primatologi menegaskan, keberadaan kembali monyet yang telah terancam punah ini. Dalam laman physorg.com, Jumat (20/1/2012), peneliti juga mengungkapkan primata ini hidup di daerah yang sebelumnya tidak diketahui keberadaannya 

Presbytis Hosei Canicrus adalah bagian dari genus Presbytis primata kecil, dahulu ditemukan di sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu Kalimantan, Sumatera, Jawa dan beberapa di Semenanjung Melayu, dan Thailand. 

Dalam ekspedisi tersebut, tim masuk ke hutan Wehea (Wahau?) di Kalimantan Timur, sebuah wilayah hutan hujan tropis seluas 38.000 ha yang sama sekali belum terjamah. 

Wilayah ini memiliki setidaknya sembilan spesies primata langka yang telah ada, termasuk orangutan dan siamang. "Penemuan Presbytis Hosei Canicrus ini mengejutkan karena Wehea (Wahau?) berada di luar habitat aslinya," 

Kata seorang peneliti dari Simon Fraser University Kanada,  Brent Loken  "Meskipun temuan kami menegaskan monyet itu masih ada di Kalimantan Timur, binatang ini tetap menjadi salah satu primata dunia yang paling terancam punah." Saat ini mereka masih mengendus di mana komunitas monyet itu selama ini tinggal. "Saya percaya itu adalah perlombaan melawan waktu untuk melindungi banyak spesies di Kalimantan. Hal ini sulit untuk mengadopsi strategi konservasi untuk melindungi spesies bila kita bahkan tidak tahu sejauh mana mereka tinggal," katanya seperti dikutip Daily Mail. 

Di Kalimantan, mereka terdesak akibat kebakaran hutan, perambahan, dan konversi lahan untuk pertanian, perkebunan dan pertambangan

Sumber


Posting Komentar